daerah

3 Bupati di Aceh Akui Tak Sanggup Tangani Bencana, Wamendagri Anggap Wajar Sementara Gubernur Mualem Minta Mereka Mundur

Minggu, 7 Desember 2025 | 11:00 WIB
Menyoroti kontroversi 3 bupati di Provinsi Aceh yang menyatakan tak sanggup atasi dampak bencana banjir bandang di wilayahnya. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)

Menurut Mualem, jika bupati tidak mampu menjalankan tugas dalam situasi krisis, ia bersedia menggantikannya dengan sosok lain yang lebih siap bekerja untuk rakyat.


Mendagri Tito Karnavian: Tidak Semua Bencana Bisa Ditangani Mandiri

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengambil posisi yang lebih moderat. Ia menyatakan bahwa kemandirian kepala daerah sangat penting, tetapi harus mempertimbangkan skala bencana.

“Jangan berpikir bahwa semua bencana pasti harus kepala daerahnya mandiri,” ujar Tito di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Ia menegaskan bahwa ada jenis bencana yang memang membutuhkan intervensi pemerintah pusat karena terlalu besar untuk ditangani daerah.

“Kalau seperti bencana di Sumatera ini, kalau ditekan untuk ditangani sendiri, ya mereka setengah mati. Kasihan rakyatnya, kasihan kepala daerahnya.”

Tito juga memahami bahwa beberapa kepala daerah turut terdampak secara personal dalam bencana tersebut, sehingga wajar bila mereka mengaku tidak sanggup.


Perdebatan Publik Terus Bergulir

Perbedaan sikap antara Gubernur Mualem, Wamendagri Bima Arya, dan Mendagri Tito menimbulkan perdebatan baru di tengah upaya pemulihan Aceh. Sebagian pihak menilai kepala daerah harus menunjukkan ketegasan dan kesiapan menghadapi krisis. Sementara yang lain berpendapat bahwa mengutamakan keterbukaan mengenai ketidakmampuan justru langkah yang bertanggung jawab.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat Aceh kini masih berjuang memulihkan kehidupan setelah banjir bandang menghancurkan ribuan rumah, fasilitas umum, dan merenggut puluhan korban jiwa..

Halaman:

Terkini