daerah

Jembatan Nanga Ngeri–Landau Badai Kembali Telan Korban, Warga Mendesak Perbaikan Permanen

Senin, 25 Agustus 2025 | 14:53 WIB

Kapuas Hulu – Gertak.id – Jembatan penghubung antara Nanga Ngeri dan Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu kembali memakan korban, Kamis (24/7/2025). Kali ini, pasangan suami istri asal Dusun Perjuk, Pak Jaga (48) dan Ibu Legan (40), terjatuh saat melintas.


Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan warga sekitar. Namun insiden ini menambah catatan panjang kecelakaan di jembatan tersebut. Hingga kini, tercatat sudah tiga kali pengendara jatuh ke sungai karena kondisi jembatan yang membahayakan.


Jembatan yang menjadi jalur utama masyarakat ini dinilai tidak layak pakai. Struktur jembatan hanya berupa susunan kayu bulat di bagian pinggir, sementara bagian tengah dibiarkan terbuka hingga aliran sungai terlihat jelas dari atas.


Tanpa pengaman di sisi kanan-kiri, jembatan sangat berisiko, terutama bagi pengendara motor. Saat hujan, permukaan kayu licin sehingga memperbesar kemungkinan kecelakaan.


“Kami minta pemerintah jangan tunggu ada korban jiwa. Jembatan ini harus segera diperbaiki secara permanen,” tegas seorang warga.


Selama ini, warga hanya bisa melakukan perbaikan darurat di Dusun Mengirirau, Desa Nanga Ngeri, agar akses desa tidak terputus.


Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebenarnya sudah melakukan survei dan verifikasi usulan kegiatan tahun anggaran 2024, termasuk rencana pembangunan jembatan di Kecamatan Silat Hulu. Namun warga menilai langkah tersebut belum menjawab kebutuhan mendesak.

-


Masyarakat berharap agar pembangunan jembatan segera masuk prioritas anggaran daerah maupun pusat. Dengan perhatian serius, warga yakin risiko kecelakaan bisa ditekan dan akses transportasi menjadi lebih aman.


“Harapan kami, pemerintah provinsi dan pusat juga ikut mendukung. Jangan sampai ada korban jiwa baru diperbaiki,” kata warga lainnya.

Terkini