daerah

Muja Puyang Gana, Awali Gawai Dayak Sintang dengan Doa Leluhur

Selasa, 15 Juli 2025 | 05:32 WIB

SINTANG, KALBAR, GERTAK.ID – Tradisi dan spiritualitas menyatu dalam pembukaan rangkaian Pekan Gawai Dayak (PGD) Sintang ke-XII tahun 2025. Selasa pagi, 15 Juli 2025, panitia PGD bersama para tetua adat menggelar ritual Muja Puyang Gana di Rumah Betang Tampun Juah sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu kepada leluhur sebelum perayaan dimulai.

Ritual sakral ini dipimpin oleh Seksi Ritual Adat dan diikuti oleh para tetua adat. Hadir dalam prosesi tersebut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, serta Wakil Ketua DAD yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia PGD 2025, Toni.

Menurut Toni, Muja Puyang Gana merupakan tradisi penting dalam budaya Dayak Desa. Ritual ini dilakukan untuk meminta izin dan restu kepada Puyang Gana, yang diyakini sebagai penjaga tanah, air, dan alam semesta.

“Sebelum kita mulai Gawai, kita wajib pamit dan minta izin dulu kepada Puyang Gana. Kita tidak bisa sembarangan membuat acara besar di tanah ini tanpa restu beliau,” ujar Toni.

Ia menjelaskan bahwa ritual ini juga bertujuan menolak gangguan roh-roh jahat yang bisa menghambat jalannya perayaan. Dalam prosesi tersebut, panitia mempersembahkan sesajian berupa makanan dan minuman kepada roh leluhur sambil memanjatkan doa-doa adat.

“Ritual ini bagian dari bersampi dan bersareh. Kita beri makan, pamit, dan minta izin pada roh para leluhur, termasuk juga kepada tokoh adat yang telah wafat, seperti almarhum Pak Linang,” tambahnya.

Toni menekankan bahwa menjaga hubungan spiritual dengan leluhur merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Dayak. Gawai bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai adat.

Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward, menilai pelaksanaan ritual adat ini sangat penting, terutama sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya mereka.

“Kita ingin anak-anak muda tahu dan bangga dengan adat kita sendiri,” ujarnya.

Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XII akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2025. Toni berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.

Kabiro Sintang: Stk

Terkini