Jakarta Selatan, 30 April 2025 — Dalam rangka Dies Natalis Universitas Trilogi, Program Studi Ekonomi Pembangunan menyelenggarakan Economic Talks 2025 dengan tema “Tarif Impor AS: Implikasi Bagi Perekonomian Indonesia dan Solusi Strategis”. Acara ini digelar di Ruang Damandiri, Lantai 4, Kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, dan menjadi wadah disk
Mahasiswa Universitas Trilogi Dorong Hilirisasi Industri Lokal dalam Economic Talks 2025
Jakarta Selatan, 30 April 2025 — Dalam rangka Dies Natalis Universitas Trilogi, Program Studi Ekonomi Pembangunan menyelenggarakan Economic Talks 2025 dengan tema “Tarif Impor AS: Implikasi Bagi Perekonomian Indonesia dan Solusi Strategis”. Acara ini digelar di Ruang Damandiri, Lantai 4, Kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, dan menjadi wadah diskusi strategis lintas akademisi dan praktisi ekonomi.
Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Pramono Hari Adi, M.S., hadir sebagai keynote speaker dan membuka acara dengan menekankan pentingnya penguatan sektor domestik di tengah ketidakpastian global, khususnya yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Ia menggarisbawahi bahwa strategi hilirisasi industri menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekonomi nasional.
Sesi diskusi panel menghadirkan para narasumber terkemuka:
Prof. Dr. Ir. Andi Irawan, M.Si (Guru Besar Ekonomi Pertanian, Universitas Bengkulu)
Fithra Faisal Hastiadi, Ph.D (Senior Konsultan Ekonomi, Samuel Sekuritas; Ekonom Muda FEUI)
Ir. Sahala Benny Pasaribu, M.Ec., Ph.D (Pakar Ekonomi Industri, Universitas Trilogi)
Diskusi dipandu oleh Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, M.E., selaku Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi.
Dalam forum tersebut, mahasiswa turut ambil bagian secara aktif dengan menyampaikan gagasan strategis kepada pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia. Mereka mendorong perlunya hilirisasi industri berbasis potensi lokal—seperti pariwisata, perikanan, dan pertanian—guna menciptakan nilai tambah dan memperluas lapangan kerja.
“Upaya hilirisasi industri harus menjadi prioritas nasional agar kita tidak sekadar menjadi eksportir bahan mentah, melainkan mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri,” tegas Fikri, Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA).
Ketua HIMEPA, Rizky, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus menjadi ruang reflektif dan edukatif bagi mahasiswa.
"Saya berharap melalui kegiatan seperti Economic Talks 2025 ini, kita sebagai generasi muda tidak hanya memperoleh manfaat akademik, tetapi juga mampu memahami dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada perekonomian nasional. Semoga forum ini menjadi langkah awal bagi kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Rizky.
Economic Talks 2025 membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya objek pendidikan, melainkan juga subjek penting dalam proses pembangunan bangsa, khususnya dalam merumuskan solusi strategis di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah.
(Tim).