Nabire, Gertak.id
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insan Mandiri, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Insan Mandiri Nabire, Papua Tengah, berlokasi di Jalan Poros Nabire. Saat ini, sekolah tersebut telah membuka pendaftaran penerimaan siswa-siswi baru.
Untuk SDIT, kuota sebanyak 56 siswa-siswi telah terpenuhi sepenuhnya, sedangkan SMPIT baru mencapai 50% dari total kuota 30 siswa-siswi.
Sekolah Insan Mandiri memiliki aturan khusus, yaitu siswa tidak diperbolehkan membawa uang saku. Hal ini karena pihak sekolah telah menyediakan menu makan siang dan camilan (snack) bagi para siswa. Dengan aturan ini, siswa dapat lebih fokus pada pembelajaran wajib maupun kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah.
Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa secara menyeluruh.
Beberapa waktu lalu, awak media berkunjung ke SDIT Insan Mandiri dan disambut oleh Kepala Sekolah, Ustadz Wahab Wahono. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Wahab menjelaskan bahwa sekolah ini juga ada pelajaran wajib berupa program hafalan Al-Qur'an (Hafidz Qur'an) bagi para siswa-siswinya.
Beliau menyampaikan bahwa tujuan ini adalah agar setelah lulus, siswa-siswi tidak hanya mampu menghafal beberapa surat, tetapi juga hafal beberapa juz Al-Qur'an. Program ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual yang kuat.
L.E. Nainggolan