[embed]https://youtube.com/shorts/hBlLY9mG_hk?si=5i67O16jmLcKIg2Q[/embed]
Gertak.id-Kajen— Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan kedatangan sejumlah warga yang menuntut kejelasan atas ketidakpuasan mereka terhadap penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pekalongan. Aksi ini dipicu oleh video viralnya di media sosial beberapa hari terakhir yang menampilkan seorang relawan dari salah satu calon bupati tertangkap basah sedang mengumpulkan KTP warga dengan dalih perintah dari KPUD untuk mendukung salah satu kandidat, Senin, 11/11/2024
[embed]https://youtu.be/R4pig7B6eGw?si=VyIv9hAuXk6i1sUT[/embed]
Dalam aksi protes ini, perwakilan masyarakat meminta KPUD untuk memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penipuan otoritas dan adanya indikasi manipulasi dalam proses pemilihan. Perwakilan dari KPUD Kabupaten Pekalongan yang hadir dalam mediasi tersebut membenarkan adanya kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihak KPUD tidak pernah memberikan instruksi untuk mendukung calon tertentu.
“Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisian hari ini, Senin, 11 November 2024, untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar perwakilan KPUD Kabupaten Pekalongan. KPUD juga berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai aturan.
-
Masyarakat yang hadir berharap agar kasus ini segera diselesaikan agar tidak mencoreng proses demokrasi yang berjalan. Mereka menegaskan, mereka akan terus menyelaraskan perkembangan penanganan kasus ini dan mengharapkan transparansi dari KPUD Kabupaten Pekalongan dalam seluruh proses Pilkada ke depan.
Baca juga:
- Simpatisan Pendukung yang Sempat Saling Lapor Usai Ricuh Pengundian Nomor Urut Cabup Pekalongan Sepakat Berdamai
- Debat Publik Kedua Pilwalkot, Strategi Program Masing-Masing Paslon Sukses Beradu