Gertak.id | INDRAMAYU — Bukan sekadar aktivitas menanam benih di lahan pertanian, penanaman jagung serentak Kuartal III Tahun Anggaran 2026 di Petak 20B Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026), diawali dengan suasana kebersamaan dan doa bersama.
Sebelum benih ditanam, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. duduk bersama warga, kelompok tani, serta unsur terkait mengikuti syukuran yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Dalam suasana sederhana namun penuh makna itu, doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam seluruh rangkaian proses pertanian, mulai dari penanaman hingga jagung memasuki masa panen.
Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai luas lahan dan jumlah produksi. Di baliknya terdapat masyarakat yang menggantungkan harapan pada tanah, benih, cuaca, serta hasil panen yang akan menentukan keberlanjutan kehidupan mereka.
Usai syukuran, Kapolres Indramayu bersama warga dan kelompok tani kemudian turun langsung ke lahan untuk melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polres Indramayu terhadap program swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Kehadiran kepolisian di tengah petani juga menjadi bentuk sinergi untuk mendorong sektor pertanian agar terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari hamparan lahan di Blok Bangke, benih-benih jagung mulai ditanam. Setiap lubang yang terisi benih menjadi simbol harapan baru—bahwa dari lahan yang dirawat bersama, akan tumbuh hasil yang kelak kembali untuk menguatkan masyarakat.
Semangat kebersamaan antara kepolisian, petani, pemerintah dan unsur terkait menjadi modal penting agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi berlanjut hingga perawatan, panen, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penanaman jagung serentak itu pun menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan dibangun dari bawah: dari tanah yang digarap, tangan petani yang bekerja, serta kepedulian berbagai pihak untuk memastikan setiap benih yang ditanam memiliki kesempatan tumbuh menjadi hasil yang bermanfaat.