HEBOH DUGAAN PELECEHAN DI SMAN 1 PAMANUKAN, SISWA GERAM, CHAT OKNUM GURU ‘AYAH’ KE KORBAN BEREDAR

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 8 September 2026 | 20:13 WIB

Gertak.id | SUBANG — Suasana SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak memanas. Ratusan siswa meluapkan kemarahan terhadap seorang oknum guru berinisial AT yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan terhadap salah seorang siswi.

Aksi tersebut terjadi seusai upacara bendera, Senin (7/9/2026). Dalam video yang beredar di media sosial, para siswa terlihat mengejar dan meneriaki terduga pelaku hingga ke arah gerbang sekolah.

Kemarahan siswa disebut dipicu dugaan tindakan tidak senonoh yang dialami seorang siswi. Mereka menuntut adanya klarifikasi dan meminta persoalan tersebut diusut secara serius.

AT disebut merupakan guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan. Posisi tersebut membuat dugaan kasus ini menjadi sorotan, mengingat seorang pendidik semestinya menjadi pihak yang memberikan rasa aman kepada siswa di lingkungan sekolah.

Selebaran ‘Waspada Guru Cabul’ Beredar

Tak hanya video aksi siswa, media sosial juga diramaikan dengan beredarnya selebaran bertuliskan “Waspada! Guru Cabul” yang mencantumkan foto serta identitas terduga pelaku.

Selebaran tersebut memuat tudingan bahwa posisi sebagai guru dan Wakasek Kesiswaan diduga dimanfaatkan untuk mendekati siswa.

Disebutkan pula adanya modus berupa ajakan bimbingan belajar maupun tugas tambahan hingga dugaan tindakan pelecehan di lingkungan sekolah.

Namun demikian, seluruh tudingan tersebut masih merupakan informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial. Kebenarannya tetap harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan aparat penegak hukum.

Chat ‘Ayah’ ke Korban Ikut Tersebar

Sorotan semakin tajam setelah tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan AT dan korban beredar di media sosial.

Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku disebut meminta maaf sekaligus meminta korban agar tidak menceritakan persoalan tersebut kepada orang lain.

“Maafkan ayah ya sayang. Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah,” demikian isi pesan yang beredar.

“Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama,” sambung pesan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X