Jembatan Penghubung Antar Desa di Nanga Ngeri Hanyut Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh Total

Photo Author
Effendy Gertak, Gertakberita.com
- Jumat, 19 Juni 2026 | 01:23 WIB


Kapuas Hulu – Banjir yang melanda wilayah Desa Nanga Ngeri, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, mengakibatkan sebuah jembatan penghubung antar desa hanyut terbawa derasnya arus sungai. Peristiwa tersebut menyebabkan akses transportasi warga terputus dan aktivitas masyarakat menjadi lumpuh total, terutama untuk kendaraan roda empat yang tidak lagi dapat melintas.


Berdasarkan kondisi di lapangan sebagaimana terlihat pada lokasi kejadian, struktur jembatan yang sebelumnya menjadi jalur utama penghubung beberapa desa mengalami kerusakan parah.

Material kayu dan papan penyusun jembatan tampak berserakan dan sebagian besar hanyut terbawa arus banjir yang cukup deras. Akibatnya, warga terpaksa menghentikan berbagai aktivitas yang bergantung pada jalur tersebut.


Salah seorang warga yang berada di lokasi tampak hanya bisa berdiri menyaksikan kondisi jembatan yang ambruk. Warga mengaku sangat prihatin karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang selama ini digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, mengangkut hasil pertanian,

berbelanja kebutuhan pokok, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.
"Sejak jembatan ini putus, aktivitas masyarakat menjadi sangat terganggu.

Kendaraan tidak bisa lewat, sehingga warga harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui," ungkap salah seorang warga setempat.
Derasnya arus sungai yang meningkat akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama hanyutnya jembatan tersebut. Debit air yang terus bertambah membuat pondasi jembatan tidak mampu menahan tekanan arus sehingga akhirnya roboh dan terbawa banjir.


Dampak dari putusnya jembatan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Nanga Ngeri, tetapi juga warga dari beberapa desa lain yang selama ini bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama menuju pusat kecamatan maupun daerah sekitarnya. Distribusi barang kebutuhan pokok dan hasil perkebunan masyarakat pun terancam mengalami hambatan apabila kondisi ini tidak segera ditangani.


Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak yang berwenang dapat segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat dan pembangunan kembali jembatan yang rusak. Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi kelancaran roda perekonomian dan kehidupan masyarakat di wilayah pedalaman.


"Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi. Minimal ada jembatan darurat atau langkah cepat agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal. Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut karena sangat menyulitkan warga," harap salah seorang tokoh masyarakat.


Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jembatan yang putus juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat yang nekat mencoba melintas. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap berhati-hati dan menghindari area jembatan yang rusak guna mencegah terjadinya kecelakaan.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu tindakan dan perhatian serius dari pemerintah untuk segera memperbaiki akses yang terputus tersebut. Warga berharap pembangunan kembali jembatan dapat menjadi prioritas mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai urat nadi penghubung antar desa di wilayah Desa Nanga Ngeri, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.


Reporter: Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yulit MW

Rekomendasi

Terkini

X