Sedekah Bumi Desa Werdi Semakin Semarak, Arak-arakan Gunungan dan Wayang Kulit Wahyu Pari Jotho Hipnotis Ratusan Warga

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Minggu, 10 Mei 2026 | 23:22 WIB

PEKALONGAN – Tradisi ruwat atau sedekah bumi di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Minggu (10/5/2026), berlangsung meriah dan penuh khidmat. Bertempat di Dukuh Binawangun Bawah, kegiatan budaya tahunan tersebut dipadati ratusan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hingga larut malam.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Desa Werdi, Lukman, serta menampilkan unsur Forkopimcam Paninggaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, para sesepuh desa, hingga pemuda dan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.

Sedekah bumi tahun ini terasa lebih istimewa karena selain menghadirkan arak-arakan gunungan hasil bumi, panitia juga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang sukses menjadi magnet masyarakat. 

Arak-arakan gunungan berisi hasil pertanian warga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keberkahan yang diberikan Allah SWT. Gunungan tersebut diarak keliling kampung dengan iringan doa dan kesenian tradisional yang menambah suasana semarak.

Ketua panitia kegiatan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa tradisi sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT sekaligus doa bersama agar kehidupan warga semakin baik.

Tujuan acara ini adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami tetap diberikan kesehatan dan kesempatan melaksanakan sedekah bumi tahun ini,” ujarnya.

Sambutan dari Lukman kades werdi kec Paninggaran kab Pekalongan
Ia menambahkan, masyarakat berharap setelah digelarnya ruwatan dan sedekah bumi ini, hasil panen warga semakin melimpah, tanaman terbebas dari serangan hama, dan kehidupan masyarakat Desa Werdi semakin tenteram serta sejahtera.

Acara kemeriahan semakin memuncak saat pagelaran wayang kulit dimulai. Pentas budaya tersebut dibawakan oleh dalang ternama, Kemar Hadi Sugito, dengan lakon “Wahyu Pari Jotho” yang sarat makna tentang kemakmuran, harapan, dan kesejahteraan rakyat.

Suara gamelan yang menggema sepanjang malam berpadu dengan antusiasme warga yang memadati area pertunjukan menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Banyak warga rela bertahan hingga dini hari untuk menikmati pertunjukan wayang yang dianggap membawa pesan moral sekaligus doa bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat agraris.

Tradisi sedekah bumi Desa Werdi ini menjadi bukti bahwa budaya leluhur masih terus dijaga dan dicintai masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, warga tetap mempertahankan nilai gotong royong, spiritualitas, dan kebersamaan yang menjadi identitas kuat masyarakat pedesaan di Kecamatan Paninggaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X