Jalan Ambrol 5 Meter di Bodas, Warga Menjerit: Ini Jalan Kewenangan Pemda, Mana Aksi DPU Pekalongan?

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Rabu, 25 Maret 2026 | 19:36 WIB

PEKALONGAN – Bencana longsor kembali melumpuhkan infrastruktur vital di Kabupaten Pekalongan. Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Bodas-Klesem, tepatnya di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, ambles dan longsor dengan panjang mencapai 5 meter dan kedalaman 2 meter pada Selasa malam (24/3/2026).

Akibatnya, jalur utama yang menjadi akses hidup warga serta jalur alternatif menuju Kabupaten Banjarnegara ini kini hanya tersisa separuh badan jalan yang dapat dilalui. Jika ruas ini putus total, bukan hanya warga dua desa yang terisolasi, tapi akses ekonomi antar kabupaten akan lumpuh total.

Berdasarkan pantauan di lapangan, longsor terjadi bukan karena kejadian dadakan semata. Warga setempat mengungkapkan bahwa sisi jalan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda keropos sejak seminggu terakhir. Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kandangserang disebut hanya menjadi pemicu, bukan akar masalah. Yang menjadi pertanyaan besar adalah: mengapa kondisi jalan yang merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pekalongan ini dibiarkan keropos hingga titik kritis tanpa penanganan preventif?

Jalan ini kan jalur utama kami. Sudah seminggu yang lalu itu sisi jalannya sudah amblas kecil dan retak-retak. Seharusnya dari Dinas PU sudah turun sebelum parah begini. Sekarang longsornya 2 meter, mobil susah lewat. Kalau sampai putus, mau lewat mana lagi?” ujar Sugeng, seorang warga Desa Bodas dengan nada kesal, Rabu (25/3/2026).

Warga sekitar berharap adanya respons cepat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan. Mengingat status jalan ini jelas merupakan kewenangan pemerintah daerah kabupaten, maka tidak ada alasan bagi aparatur untuk saling lempar tanggung jawab. Kondisi tanggul dan badan jalan yang rapuh sebelum longsor mengindikasikan buruknya sistem pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh pihak terkait.

Kami tidak mau mendengar alasan klasik tentang anggaran atau cuaca. Cuaca sudah diprediksi ekstrem. Harusnya ada antisipasi, bukan hanya respons setelah kejadian. Ini nyawa dan akses publik yang dipertaruhkan,” keluh, seorang pedagang yang kerap melintasi jalur tersebut untuk memasok dagangan ke Klesem.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala DPU Kabupaten Pekalongan mengenai langkah penanganan darurat jalan ambles tersebut. Warga menuntut adanya tindakan konkret, setidaknya pengerjaan tanggul darurat dan pelebaran akses sementara agar jalur yang kini hanya tersisa separuh tidak semakin terkikis oleh hujan yang masih terus turun.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan diingatkan bahwa kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur publik di tengah musim hujan adalah bentuk kegagalan pelayanan dasar. Jika dibiarkan, bukan hanya ruas Bodas-Klesem yang akan terputus, tapi juga kepercayaan publik terhadap kemampuan aparatur dalam mengelola bencana dan infrastruktur di wilayah mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Rekomendasi

Terkini

X