Saniki Nderek Bapak”, Tapi Jalan Kandangserang–Garungwiyoro di Watulawang Amblas dan Tinggal Setapak Tak Kunjung Diperbaiki

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Kamis, 12 Maret 2026 | 05:53 WIB

KAB. PEKALONGAN — Jalan persimpangan Kandangserang–Garungwiyoro, tepatnya di ruas Watulawang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Badan jalan melaporkan amblas hingga menyisakan jalur sempit seperti jalur yang sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada 11 Maret 2026 menunjukkan kerusakan jalan semakin parah. Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga itu kini sangat sulit dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pengendara motor harus melintas dengan sangat hati-hati, sementara kendaraan roda empat hampir tidak bisa melintasi jalur tersebut karena ditempati terperosok.

Kondisi ini menimbulkan keluhan dari warga sekitar. Mereka menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pekalongan terkesan abai terhadap kerusakan jalan yang sudah cukup lama terjadi dan hingga kini belum juga mendapat penanganan.

Padahal, dalam beberapa hari ke depan masyarakat akan menghadapi momen Lebaran, mobilitas warga dipastikan meningkat tajam. Jalan tersebut selama ini menjadi jalur vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari.

Salah satu warga Kandangserang yang setiap hari melintas di jalan itu mengaku sangat kecewa terhadap lambannya penanganan dari pemerintah daerah.

"Sekarang berkendara tinggal di jalan setapak. Sangat berbahaya kalau dilewati, apalagi kalau kendaraan berpapasan. Kami heran kenapa sampai sekarang belum juga ada perbaikan," ujarnya.

Ia menilai kondisi ini bertolak belakang dengan slogan yang tengah digaungkan, yakni “Saniki Nderek Bapak”. Menurutnya, masyarakat berharap slogan tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan warga, termasuk perbaikan infrastruktur.

"Lebaran tinggal beberapa hari lagi, otomatis mobilitas warga semakin tinggi. Tapi kondisi mengarahkan seperti ini. Kami sangat kecewa kepada dinas terkait dan Pemkab Pekalongan," tambahnya.

Dengan nada penuh harap, warga tersebut juga menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.

“Walaupun kami sudah tidak punya ibu, kami kan sekarang punya bapak baru. Tolonglah bapak kami, segera perbaiki jalan ini,” tutupnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Dinas PUPR tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan jalan di ruas Watulawang bukan hanya menghambat aktivitas, masyarakat tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Rekomendasi

Terkini

X