Menanggapi beredarnya video tersebut, Sekum DPW LSIM Provinsi Banten, Odih Kodari menilai keluhan warga perlu dijadikan bahan evaluasi bersama.
“Program MBG adalah program strategis yang tujuannya sangat baik. Justru karena itu, pengawasan harus diperketat. Pemerintah daerah bersama tim pengendali perlu turun langsung melakukan verifikasi agar kualitas makanan benar-benar sesuai standar gizi dan anggaran,” ujar Odih Kodari
Ia menambahkan, pengawasan rutin penting untuk menjaga kredibilitas program di mata masyarakat.
“Jika ada ketidaksesuaian, harus dibina dan diperbaiki. Transparansi menjadi kunci agar program ini tetap berjalan optimal dan tepat sasaran,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG di wilayah tersebut belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait menu yang dikeluhkan.
Dengan demikian, informasi yang beredar saat ini masih sebatas keluhan warga sebagaimana terekam dalam video yang beredar di media sosial Platform Tiktok.
Program MBG sendiri diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni memastikan anak-anak memperoleh asupan bergizi yang layak, termasuk selama bulan Ramadan, dengan tetap mengedepankan evaluasi, pengawasan, serta akuntabilitas pelaksanaan di lapangan.
Artikel Terkait
MBG Cilograng Disorot, Menu untuk Ibu Hamil dan Balita Diduga Tak Sesuai Standar anggaran
Diduga Tak Penuhi Standar MBG, Pembagian oleh di Dipersoalkan, Orang Tua PAUD Pertanyakan Kesesuaian Program Pemerintah
MBG Anak Sekolah saat Ramadan jadi Sorotan, Warganet: Harus Dikritisi Sampai Benar-benar Bermanfaat
Viral! Menu MBG di Desa Sukadana Diprotes, Hanya Roti dan Agar-agar Berair, Benarkah Ini Wujud Anggaran Rp15 Ribu per Porsi?