Lapak Durian Tajau Pak Apau, Tradisi Musiman yang Selalu Dinanti Warga Sanggau

Photo Author
Effendy Gertak, Gertakberita.com
- Kamis, 15 Januari 2026 | 21:27 WIB

Gertak.id | SANGGAU – Musim durian selalu membawa cerita tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Sanggau. Salah satu yang paling dinanti setiap tahunnya adalah lapak durian tajau milik Pak Apau, warga asal Kampung Lape, yang tak pernah sepi pengunjung saat musim durian tiba.

Durian tajau yang dijajakan Pak Apau dikenal memiliki cita rasa khas dengan perpaduan rasa manis, legit, dan tekstur daging yang lembut. Aroma durian yang kuat namun tidak menyengat menjadi daya tarik tersendiri, membuat para pencinta durian datang kembali dari tahun ke tahun.

“Berjualan durian tajau ini sudah menjadi kegiatan tahunan. Setiap musim durian tiba, masyarakat memang sudah menunggu,” ujar Pak Apau saat ditemui di lapaknya.

Ia menjelaskan, setiap buah durian dipilih secara teliti langsung dari hasil panen terbaik untuk menjaga kualitas dan konsistensi rasa. Menurutnya, durian tajau yang baik tidak harus terlalu manis, namun tetap legit dan memiliki aroma khas.

Lebih dari sekadar tempat berjualan, lapak durian tajau Pak Apau juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat. Pengunjung kerap datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati durian sambil berbincang santai dalam suasana sederhana namun hangat.

Tim Media Komunikasi 1ID yang turut mencicipi durian tajau tersebut merasakan langsung kelezatan daging buah yang lembut dengan rasa manis legit sejak suapan pertama. Pengalaman menikmati durian di lapak ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga kebersamaan yang tercipta.

Banyak pelanggan mengaku selalu kembali setiap musim durian, bahkan ada yang rela datang dari luar daerah. Selain menjaga kualitas, Pak Apau juga mempertahankan harga yang terjangkau agar durian tajau dapat dinikmati berbagai kalangan.

Kini, lapak durian tajau Pak Apau telah menjadi salah satu ikon kuliner musiman di Kabupaten Sanggau. Tradisi tahunan ini tak hanya menghadirkan kenikmatan durian, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan lokal dan mempererat kebersamaan masyarakat.


Jurnalis: Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X