Gertak.id | Aceh – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sebulan lalu masih menyisakan dampak serius bagi warga. Hingga kini, sejumlah wilayah masih harus menjalani malam dalam kondisi gelap gulita akibat jaringan listrik yang belum sepenuhnya pulih.
Selain bantuan logistik, pemulihan pascabanjir juga difokuskan pada perbaikan infrastruktur kelistrikan.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala besar akibat akses jalan yang rusak parah, tertimbun lumpur, bahkan terputus akibat longsor di sejumlah titik.
Salah satu wilayah yang masih sulit dijangkau adalah
Desa Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Jalan menuju desa tersebut dipenuhi lumpur tebal dan licin, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Gotong Royong Warga dan Petugas PLN
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen kebersamaan warga dan petugas PLN saat berjuang melewati medan sulit. Dalam video tersebut, warga terlihat bahu-membahu menarik dan mendorong truk milik PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Takengon yang membawa material perbaikan listrik.
Video yang diunggah akun Instagram @lintas_gayo pada Minggu, 28 Desember 2025, menunjukkan truk PLN sempat kesulitan melintas akibat jalan berlumpur dan licin. Bahkan, kendaraan tersebut terlihat mengeluarkan asap hitam pekat saat berusaha menanjak.
“Alhamdulillah,” ujar perekam video setelah truk berhasil melewati jalanan tersebut berkat bantuan warga.
93 Desa di Aceh Tengah Masih Gelap
Berdasarkan laporan PLN ULP Takengon, hingga sebulan pascabanjir bandang dan longsor, sekitar 93 desa di Aceh Tengah masih mengalami gangguan kelistrikan. Kendala utama perbaikan jaringan listrik adalah medan yang sulit dijangkau dan kondisi tanah yang masih labil.
Akses jalan menuju desa-desa terdampak juga sewaktu-waktu dapat berubah, terutama jika terjadi longsor susulan akibat hujan yang masih sering turun di wilayah tersebut.
Sementara itu, data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mencatat masih terdapat 41 dari 295 desa yang terisolasi karena sulit dijangkau melalui jalur darat. Dari jumlah tersebut, tiga desa hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, yakni Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel di Kecamatan Bintang.
Untuk ketiga desa tersebut, bantuan hingga saat ini hanya dapat disalurkan melalui jalur udara dan danau.
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera