Gertak.Id | Kota Pekalongan – Rutan Kelas IIA Pekalongan terus menghadirkan inovasi dalam pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pengembangan Posnik Lodji, pupuk kompos organik hasil olahan limbah dapur dan sisa panen sayuran.
Kasubsie Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, menjelaskan program yang sudah berjalan tiga tahun ini lahir dari keterbatasan pupuk kimia di lahan pertanian rutan. “Sampah organik yang semula tidak bernilai kini diolah menjadi pupuk berkualitas, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Proses pembuatan Posnik Lodji cukup sederhana, yakni merajang limbah organik, mencampurnya dengan cairan EM4, lalu didiamkan dalam wadah. Dalam waktu tiga hingga empat minggu, pupuk organik siap digunakan untuk memperkaya tanah.
Menurut Eko, program ini tidak hanya memberi keterampilan baru bagi WBP, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan. Hasil pertanian dengan pupuk organik ini pun dinilai lebih baik dan mendukung ketahanan pangan internal rutan.
“Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat, baik untuk membuka lahan pertanian organik maupun usaha produksi kompos yang bernilai ekonomi,” pungkasnya. (mflh)