Guru Honorer Alami Kecelakaan di Silat Hulu, Medan Berat dan Jalan Rusak Jadi Sorotan

Photo Author
Admin GRT, Gertakberita.com
- Selasa, 20 Mei 2025 | 13:43 WIB

Kapuas Hulu – Gertak.id
Seorang guru honorer yang bertugas di wilayah terpencil Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, mengalami kecelakaan tunggal saat dalam perjalanan menuju tempat tugas pada Sabtu (18/5/2025). Korban diketahui bernama Marta Marimar (28), yang saat ini masih menjalani perawatan akibat luka serius.


-


Peristiwa terjadi di kawasan Bukit Penamba, jalur yang menghubungkan antara Desa Mengkirau dan Landau Badai. Lokasi tersebut dikenal memiliki medan terjal dan kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan. Menurut informasi yang dihimpun, Marta diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan licin serta kemungkinan kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.


Akibat insiden tersebut, Marta mengalami luka di bagian kaki dan lengan, serta harus menjalani tindakan medis berupa 10 jahitan. Hingga berita ini diturunkan, ia masih dirawat dan belum dapat kembali mengajar di sekolah tempatnya bertugas.


Kepala Sekolah SMP tempat Marta mengajar, yang dihubungi secara terpisah, membenarkan peristiwa tersebut.




“Kami sangat prihatin dengan kondisi Bu Marta. Beliau adalah guru yang berdedikasi, mengajar di daerah yang cukup sulit dijangkau. Saat ini kami masih terus memantau kondisi kesehatannya,” ujarnya.



Pihak keluarga dan rekan-rekan sejawat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya terkait akses jalan menuju desa-desa terpencil yang selama ini menjadi kendala utama bagi tenaga pendidik dan warga.


-


Tokoh masyarakat setempat, Hermanus, juga menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur jalan.




“Sudah lama jalan ini dikeluhkan. Banyak guru, petugas kesehatan, bahkan warga biasa yang kesulitan saat melewatinya. Kami harap ada langkah nyata dari pemerintah,” ungkapnya.



Marta Marimar merupakan salah satu dari puluhan guru honorer yang mengajar di wilayah pelosok Kabupaten Kapuas Hulu. Dedikasi mereka menjadi tulang punggung pendidikan bagi anak-anak di desa pedalaman.







Catatan Redaksi


Redaksi Gertak.id masih menunggu pernyataan resmi dari pemerintah kecamatan dan dinas pendidikan setempat terkait langkah penanganan infrastruktur dan perlindungan bagi tenaga pengajar di daerah terpencil.(Deddy)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Admin GRT

Rekomendasi

Terkini

X