Pemuda dan Mahasiswa PABOS Bergerak! Tolak Geotermal Yang Menghancurkan Lingkungan dan Masa Depan

Photo Author
Author SLT, Gertakberita.com
- Kamis, 10 April 2025 | 16:01 WIB

Halmahera Barat, 10 April 2025, Rencana pengembangan energi geotermal di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, khususnya di Desa Payo, Bobo, dan Saria (PABOS), mendapat penolakan keras dari masyarakat setempat. Warga bersama mahasiswa dan kelompok pemerhati lingkungan menggelar aksi protes menolak kehadiran PT Geo Dipa Energi yang akan mengelola proyek tersebut. Mereka menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak buruk yang dapat terjadi pada lingkungan dan mata pencaharian masyarakat.

**Kehawatiran Terhadap Mata Pencaharian dan Lingkungan**
Masyarakat PABOS dan Idamdehe, yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan, menilai bahwa proyek geotermal dapat mengancam sumber penghidupan mereka. Dengan adanya eksploitasi panas bumi, lahan pertanian berisiko mengalami kerusakan akibat perubahan struktur tanah, sementara pencemaran air dapat mengancam hasil panen dan keberlangsungan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

“Kami hidup dari tanah dan laut. Jika tanah kami rusak dan laut tercemar, bagaimana kami bisa bertahan? Kami tidak bisa menerima proyek ini,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam aksi unjuk rasa.

Selain itu, warga juga menyoroti potensi risiko lingkungan seperti gempa bumi minor, amblesan tanah, serta kemungkinan pencemaran udara dan air akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Mereka khawatir bahwa kehadiran proyek ini tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga mengusik keseimbangan ekosistem yang telah lama terjaga.

**Aksi Penolakan dan Tuntutan Warga***
Dalam aksi yang digelar di depan kantor pemerintahan daerah, para demonstran menyerukan agar pemerintah menghentikan proyek ini dan lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Mereka juga menuntut adanya transparansi dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam serta partisipasi aktif masyarakat dalam setiap keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka.

“Kami tidak menolak pembangunan, tapi pembangunan yang merusak tanah, laut, dan ekosistem bukanlah pembangunan yang berkelanjutan. Kami ingin solusi yang tidak mengorbankan keberadaan kami,” tegas seorang aktivis lingkungan yang turut serta dalam aksi tersebut.

Hingga saat ini, pihak PT Geo Dipa Energi belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan masyarakat PABOS dan Idamdehe. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menengahi permasalahan ini dan mencari solusi yang berpihak pada kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

(Noval/Tim).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Author SLT

Rekomendasi

Terkini

X