Pendapat :
Kabupaten Pekalongan saat ini akan melaksanakan Pemiliham Kepala Daerah digembar gemborkan isyu adanya Mitos terkait Pemilihan Bupati Pekalongan.
Dimana Calon Incumbent maju dalam pencalonan Bupati untuk periode 2025-2030.
Masyarakat menilai bahwa selama ini belum ada Bupati Pekalongan yang menjabat hingga dua periode, sehingga masyarakat berpandangan tidak mungkin Calon Incumbent akan lolos menjadi Bupati Pekalongan.
Mitos dalam masyarakat akan dikaitkan dengan sejarah, dalam hal ini mite terjadi pada periode awal (memiliki bentuk dan tingkatan di awal waktu). Anggapan tungau yang sakral akan sejajar dengan sebuah misteri, karena biasanya makhluk yang berhubungan dengan mite memiliki daya supranatural yang berbeda dari makhluk biasanya.
Anggapan masyarakat tentang mitos terkait pada Pilkada ternyata telah dikalahkan dengan Fakta perolehan suara pada Pilkada 27 Nopember 2024 lalu.
Hal ini disebabkan adanya perubahan nilai keyakinan yang tidak berdasarkan anggapan bahwa mitos tidak ada yang disepakati dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah).
Faktanya saat ini masyarakat lebih menilai kinerja dari Pasangan Calon petahana yang sudah terbukti dalam memajukan daerahnya khususnya Kabupaten Pekalongan.
Masyarakat terkait Pilkada lebih cenderung dengan figur publik yang dapat membangun daerahnya apalagi adanya money politik yang tidak dapat dibendung karena kebutuhan saat itu.
Dan sekarang mithos di Kabupaten Pekalongan telah dipatahkan.dengan berbagai upaya agar Paslon dapat dimenangkan dalam Pilkada di Kabupaten Pekalongan.
Masih percaya mithos ?
Mustahil...jawabnya.
Penulis.
Ali Rosidin
Pemerhati Mithos.