Pekalongan, GERTAK.ID- Polres Pekalongan menyiapkan personilnya untuk menghadapi potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi unjuk rasa.
Kesiapan itu dilakukan melalui latihan penanggulangan aksi unjuk rasa yang digelar di halaman Mapolres Pekalongan, Selasa (15/9/2026).
Latihan tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi dinamika kamtibmas terkini, khususnya menjelang Pilkades serentak di wilayah hukum Polres Pekalongan.
Kegiatan diawali apel yang dipimpin langsung Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si.
Ratusan personel yang disiapkan terdiri dari Kompi Negosiator, Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Raimas, Tim Penanggulangan Anarkhis, Unit Gakkum, serta sejumlah fungsi pendukung.
Dalam latihan tersebut, personel Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut dilatih menghadapi berbagai tahapan situasi unjuk rasa.
Sementara personel negosiator dipersiapkan untuk mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif dalam menangani massa.
Selain itu, fungsi pendukung seperti Intelijen, Reskrim, Lalu Lintas, Propam dan Siber juga dilibatkan untuk mendukung pengamanan secara menyeluruh.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, latihan dilakukan agar seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi perkembangan situasi di lapangan.
Kita harus selalu siap menghadapi setiap perkembangan situasi. Jangan menunggu situasi menjadi besar baru kita bergerak.
Deteksi dini, komunikasi, koordinasi dan respons cepat harus menjadi prioritas kita,” kata Rachmad saat memberikan arahan.
Menurut Rachmad, setiap penyampaian aspirasi masyarakat harus dihadapi secara profesional.
Polisi diminta tidak menganggap kegiatan audiensi atau penyampaian pendapat sebagai ancaman selama dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.
Polri harus hadir untuk memberikan rasa aman, bukan untuk menghambat penyampaian aspirasi.
Laksanakan pengamanan secara humanis, persuasif, profesional dan proporsional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.