GETAK.ID, NABIRE - Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) Se-Kota Studi Nabire menyampaikan keprihatinan sekaligus mendesak Pemerintah Kabupaten Puncak agar segera memberikan perhatian dan respons terhadap proses kedukaan atas meninggalnya salah satu mahasiswi asal Kabupaten Puncak.
Almarhumah diketahui bernama Asi Lokbere, mahasiswi Semester VI Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire. Ia berasal dari Distrik Pogoma dan tercatat sebagai anggota aktif KMPP Se-Kota Studi Nabire.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Nabire, Minggu (12/7/2026), Badan Pengurus KMPP menyampaikan bahwa sejak menerima kabar duka, pihaknya telah berupaya menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak.
Selama kurang lebih satu hari, berbagai upaya komunikasi telah dilakukan. Selain itu, dokumen pendukung berupa Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) almarhumah juga telah disampaikan melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra).
Namun hingga saat ini, Badan Pengurus KMPP menyebut belum menerima respons maupun petunjuk lebih lanjut terkait dukungan dari Pemerintah Kabupaten Puncak.
"Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten Puncak dapat segera memberikan perhatian dan mengambil langkah nyata dalam membantu proses kedukaan ini. Dukungan tersebut sangat diharapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang sedang menghadapi musibah," demikian pernyataan Badan Pengurus KMPP dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, KMPP menyampaikan bahwa harapan tersebut juga mempertimbangkan kondisi masyarakat di Distrik Pogoma yang hingga kini masih menghadapi berbagai kesulitan, termasuk dampak pengungsian dan keterbatasan ekonomi.
Menurut keterangan tersebut, situasi tersebut menyebabkan keluarga almarhumah membutuhkan perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah.
Badan Pengurus KMPP Se-Kota Studi Nabire berharap Pemerintah Kabupaten Puncak dapat segera memberikan respons yang cepat dan bijaksana sehingga proses kedukaan dapat berjalan dengan baik serta menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya, khususnya mahasiswa asal Kabupaten Puncak, demikian pernyataan Badan Pengurus KMPP.