daerah

Viral, Siswa SD Bandung Natanael Wiraatmaja Raih Juara 2 Neo Science Olympiad 2025 hingga Diundang NASA

Senin, 16 Februari 2026 | 10:37 WIB
Siswa SD Bandung Natanael Wiraatmaja Sabet 18 Medali, Diundang NASA Usai Juara Olimpiade Sains Internasional./Dok.Instagram.com/@bushcoo

Bandung, Gertak.id - Linimasa media sosial diramaikan prestasi membanggakan siswa sekolah dasar asal Bandung, Natanael Wiraatmaja. Siswa kelas 3 SDK BPK Penabur Banda Bandung berusia 8 tahun itu meraih peringkat kedua dunia dalam ajang Grand Final Neo Science Olympiad 2025 yang digelar di Orlando, Amerika Serikat.

Capaian tersebut membuka kesempatan bagi Natanael untuk memperoleh undangan khusus mengunjungi markas NASA, sebuah pengalaman langka bagi pelajar seusianya di tingkat global. Informasi mengenai keberhasilannya turut dibagikan melalui akun Instagram @bushcoo pada Minggu, 15 Februari 2026.

Dalam unggahan tersebut disebutkan, keberhasilan Natanael didukung kebiasaan belajar yang rutin dan terarah, dengan matematika sebagai bidang yang paling ia tekuni.

“Kesempatan melihat langsung proses peluncuran roket menjadi pengalaman paling berkesan dalam perjalanannya,” tulis postingan itu. 

“Momen tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk meniti karier sebagai ilmuwan di masa depan sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia sains,” tandasnya.

Berdasarkan penelusuran, sepanjang 2024 hingga 2025, Natanael telah mengoleksi 18 medali olimpiade sains tingkat nasional dan internasional. Ketertarikannya terhadap sains diketahui muncul sejak usia dini.

Secara terpisah, ibunda Natanael, Novita Setiawan Lim, mengungkapkan minat sang anak telah terlihat sejak taman kanak-kanak.

“Sebetulnya dari TK sudah kelihatan. Dia senang mencoba-coba eksperimen kecil, dari situ rasa ingin tahunya terlihat,” ungkap Novita dalam pernyataannya di Bandung, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Novita, minat tersebut semakin berkembang saat Natanael duduk di kelas 1 SD dan mulai aktif mengikuti science club serta berbagai kompetisi.

Dalam proses belajar, Natanael lebih banyak belajar mandiri dengan pendampingan orang tua. Ia juga menyebut tantangan terbesar dalam mendampingi putranya adalah membangun fokus.

“Setiap anak ada tantangannya. Kalau Natanael, kami cukup berjuang soal fokus,” terangnya. “Jadi dilatih dari hal-hal yang dia suka dulu, seperti eksperimen dan binatang,” tambah Novita.

Ia menegaskan, kunci mendampingi anak adalah memahami minatnya serta memberi dukungan tanpa tekanan.

“Kalau sesuai minat, anak akan lebih happy menjalaninya,” tutur Novita. “Mama akan selalu dukung, tapi kalau menang jangan sombong, kalau kalah jangan marah,” ungkapnya.

Pada kompetisi tersebut, peserta mengikuti ujian tertulis dan proyek sains kategori Natural Science. Natanael mengaku sempat menghadapi sejumlah soal yang menantang, namun tetap mampu menunjukkan kemampuan analisis dan kreativitas hingga meraih juara kedua.

Halaman:

Tags

Terkini