Pesan penguatan turut disampaikan Mustasyar PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Ia mengingatkan agar warga NU tidak mengecilkan peran dan kontribusi organisasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
KH Matin menegaskan kiprah NU di Kota Serang dan Banten memiliki rekam jejak yang jelas dan terdokumentasi. Ia bahkan menyatakan kesiapannya membuka arsip sejarah pendirian Kota Serang sejak 2007 untuk menunjukkan peran strategis warga NU.
“Saya memimpin NU di Kota Serang selama tiga periode. Dalam masa itu, NU tetap bergerak tanpa bergantung pada proposal bantuan,” ujar KH Matin Syarkowi, yang juga menjabat A’wan PBNU Masa Khidmat 2022–2027.
Ia mengenang proses panjang pendirian Kota Serang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kontribusi warga NU dalam proses tersebut tidak selalu mendapatkan pengakuan secara terbuka.
KH Matin juga menyoroti fenomena kader yang menjadikan NU sebagai sarana kepentingan pribadi. Ia menegaskan, khidmat di NU harus dilandasi niat pengabdian.
“Berjuang di NU bukan untuk mencari posisi. NU adalah wadah pengabdian dan perjuangan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh nahdliyin menjaga soliditas organisasi di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, NU kerap disudutkan melalui narasi negatif yang tidak sesuai dengan realitas.
“NU sering digambarkan tidak profesional dan selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif. Ini harus dijawab dengan kerja nyata dan kebersamaan,” katanya.
Rapat pleno berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran PWNU Banten, PCNU Kota Serang, perwakilan Pemerintah Kota Serang, serta unsur lembaga dan badan otonom NU. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kota Serang, KH Khaeroni NS.
Doa dipanjatkan untuk keberkahan seluruh program PCNU Kota Serang ke depan serta keselamatan masyarakat Kota Serang yang tengah menghadapi musibah kebakaran. Rapat pleno ini kembali menegaskan posisi NU sebagai organisasi mandiri yang konsisten berkhidmat untuk umat dan bangsa.