Sintang, Gertak.id - Persoalan infrastruktur kembali dikeluhkan warga Kabupaten Sintang. Kali ini, luapan air limbah dilaporkan menggenangi badan jalan raya di Dusun Sungai Putau, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Kondisi tersebut diduga kuat dipicu oleh tersumbatnya saluran drainase di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Genangan tersebut diketahui merupakan air limbah yang mengeluarkan aroma tidak sedap, sehingga menurunkan kenyamanan lingkungan sekitar.
Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius. Kekecewaan warga pun mencuat karena lokasi genangan berada di jalur utama penghubung Sintang–Putussibau yang memiliki intensitas lalu lintas cukup tinggi.
Salah seorang warga setempat menyampaikan keluhannya saat ditemui awak media di sebuah warung kopi tidak jauh dari lokasi genangan.
"Kondisi ini sangat mengganggu, apalagi ini jalan utama dari Sintang Menuju Putussibau. Diduga kuat drainasenya tersumbat total sehingga air tidak mengalir dan malah naik ke badan jalan. Sayangnya, sampai saat ini seolah-olah tidak ada perhatian penuh dari dinas terkait," ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut, minggu 4 Januari 2026.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sintang segera mengambil langkah konkret, khususnya melalui Dinas Lingkungan Hidup maupun instansi teknis yang membidangi pengairan dan jalan, untuk melakukan pengecekan serta normalisasi drainase agar kerusakan jalan tidak semakin parah.
Luapan air limbah ke badan jalan tersebut dikhawatirkan berdampak pada kerusakan aspal akibat genangan berkepanjangan, meningkatkan risiko kecelakaan karena jalan licin, serta mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga mengaku masih menunggu kehadiran petugas terkait untuk meninjau langsung titik penyumbatan dan melakukan pembersihan saluran drainase secara menyeluruh.