“Kalau terlambat ditangani, mereka sudah menderita, kehilangan harta benda, lalu sakit dan tidak ada yang menangani. Penyakitnya bisa bertambah parah dan menyebar ke seluruh camp,” jelasnya.
Meski diakui kondisi di lapangan sering kali penuh keterbatasan, dr. Daeng menegaskan bahwa upaya menghidupkan posko kesehatan harus tetap menjadi prioritas.
“Kita harus mencari cara agar posko-posko itu tetap berjalan dan ada pelayanan kesehatan di dalamnya,” pungkasnya.