daerah

Pilu Ibu Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang: Tak Minta Uang, Hanya Ingin Sarung, Mukena, dan Selimut untuk Bertahan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:55 WIB
Menyoroti cerita korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

Di sekeliling mereka, puing-puing bangunan berserakan. Sisa rumah yang hancur menjadi saksi betapa dahsyatnya banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut.

“Kami tidur di tempat yang tidak layak. Yang penting ada kain untuk menghangatkan badan,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bagi sebagian pengungsi, akses terhadap tempat tinggal sementara yang layak masih menjadi persoalan serius, meski bencana telah berlalu lebih dari dua pekan.


Anak Pergi Jauh Cari Bantuan, Ibu Diliputi Cemas

Kisah pilu itu semakin terasa ketika sang ibu menceritakan perjuangan anaknya. Demi mendapatkan makanan, sang anak harus berjalan jauh melewati akses yang sulit dan medan yang terjal.

“Anak saya mencari jauh-jauh,” katanya lirih.

Kekhawatiran seorang ibu tak bisa disembunyikan. Di tengah situasi bencana, rasa takut kehilangan kembali menghantui setiap langkah.

“Makan dan lainnya tidak usah, kasihan anak saya,” tuturnya.

Pernyataan itu menjadi potret nyata bagaimana beban bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis, terutama bagi orang tua yang harus memastikan keselamatan anak-anak mereka di tengah keterbatasan.


Lebih dari Sekadar Bantuan Materi

Kisah ibu dari Aceh Tamiang ini menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak hanya soal angka, logistik, dan distribusi bantuan. Ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang bersifat personal dan kultural, yang sering kali luput dari skema bantuan massal.

Di tengah kehilangan segalanya, sang ibu tidak meminta uang, tidak meminta barang mewah. Ia hanya ingin sarung, mukena, dan selimut—perlengkapan sederhana yang memberinya kehangatan, rasa aman, dan kesempatan untuk tetap menjalankan ibadah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terkini sang ibu dan keluarganya, termasuk apakah bantuan yang ia harapkan telah diterima.

Redaksi akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di Aceh Tamiang serta upaya pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di wilayah terdampak.

Halaman:

Terkini