Gertak.id– Jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya potret Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang terlihat sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Foto tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial dan menuai gelombang kritik keras dari publik.
Kemunculan foto itu dianggap mencederai empati masyarakat, mengingat hingga kini wilayah Aceh Selatan masih berjuang bangkit dari bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak 26 November 2025. Ribuan warga di kawasan Trumon bahkan masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka belum layak dihuni.
Sikap Bupati Mirwan yang pergi ke luar negeri bersama keluarganya pada saat krisis tersebut langsung memancing amarah warganet dan para tokoh Aceh. Banyak yang menilai tindakan itu mencerminkan minimnya rasa tanggung jawab seorang kepala daerah di tengah duka yang dialami rakyatnya.
Gubernur Aceh Geram: “Pemimpin Harus Berdiri di Barisan Terdepan”
Kritik pertama datang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, yang menyatakan keprihatinan sekaligus kekecewaannya.
“Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh,” ujar Mualem kepada awak media di Aceh, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh meninggalkan rakyatnya ketika sedang menghadapi masa-masa paling berat.
“Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab,” tegasnya.
Pernyataan itu semakin menyulut reaksi publik dan menjadi perhatian nasional, mengingat wilayah Aceh Selatan masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
Dicopot dari Jabatan Ketua DPC Gerindra
Kontroversi ini juga berdampak langsung pada posisi politik Mirwan MS di internal partai. Sekjen Partai Gerindra sekaligus Menlu RI, Sugiono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap terkait kepergian Mirwan ke luar negeri saat bencana melanda daerahnya.
“Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” ujar Sugiono di Jakarta, Sabtu, 6 Desember 2025.
Gerindra pun mengambil langkah tegas. Sugiono menyatakan bahwa Mirwan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Keputusan itu diambil setelah apa yang dilakukan Mirwan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar pelayanan publik dan tidak sejalan dengan garis politik partai.
Pergi Umrah Lima Hari Setelah Terbitkan Surat Tidak Sanggup Tangani Bencana
Mirwan sendiri sebelumnya telah menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam menangani tanggap darurat banjir dan longsor. Surat bernomor 360/1315/2025 itu ditandatangani pada 27 November 2025.
Namun hanya berselang lima hari kemudian, tepatnya Selasa, 2 Desember 2025, Mirwan diketahui berangkat ke Tanah Suci bersama keluarganya.