SAMPANG, Gertak.id – Festival Literasi Kabupaten Sampang Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengolah informasi dan berpikir kritis di tengah derasnya arus digital.
Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan internet membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut dinilai tetap perlu diimbangi dengan budaya membaca buku yang dapat membantu membangun pemahaman secara lebih utuh.
“Di tengah masifnya era digital dan internet, budaya membaca buku mulai termarginalkan. Oleh sebab itu, adanya festival literasi semacam ini laksana oase di tengah disrupsi informasi digital,” ujar Ahmad Mahfudz dalam sambutan pembukaan Festival Literasi Kabupaten Sampang 2026.
Menurutnya, membaca bukan sekadar memperoleh informasi, tetapi juga menjadi aktivitas yang dapat mendorong kemampuan seseorang dalam mengolah informasi, menalar, serta membangun pola pikir kritis.
Ia menegaskan, internet memang memiliki keunggulan dari sisi kecepatan dan luasnya informasi. Namun, keberadaan buku tetap memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang kontekstual dan mendalam.
“Internet mungkin unggul dalam kecepatan dan keluasan informasi, tetapi dengan membaca buku kita tidak hanya melihat tulisan, tetapi juga membentuk alur berpikir yang utuh dan pemahaman yang lebih mendalam,” jelasnya.
H. Ahmad Mahfudz juga menyoroti pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai salah satu komponen utama dalam membangun ekosistem literasi di Kabupaten Sampang.
Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Perpustakaan harus dikembangkan menjadi sentra pengetahuan yang mampu menarik masyarakat untuk datang, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
Sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat antara lain pemutakhiran koleksi bacaan, relevansi bahan bacaan dengan kebutuhan masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana modern, serta pelibatan berbagai elemen masyarakat.
“Kita berharap Perpustakaan Umum Kabupaten Sampang telah menjawab isu utama tersebut. Tentu masih banyak yang perlu kita benahi,” katanya.
Ia juga mendorong agar perpustakaan lebih aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari forum ilmiah, kajian keilmuan hingga lomba-lomba literasi.