Kamis, 21 Mei 2026
Kapuas Hulu – Kondisi Jembatan Kiau yang berada di Desa Nanga Ngeri menuju Landau Badai dan beberapa desa lainnya kini memprihatinkan. Jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat itu tampak rusak parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua maupun roda empat yang setiap hari melintas demi kebutuhan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Dari pantauan di lapangan, terlihat sejumlah papan jembatan sudah patah, berlubang, dan mulai lapuk dimakan usia. Beberapa bagian bahkan tampak miring dan tidak lagi tersusun rapi. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas, karena sedikit kelalaian dapat menyebabkan kecelakaan serius.
Warga setempat mengaku kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan serius dari pihak terkait. Padahal, akses tersebut merupakan jalur penting penghubung Desa Nanga Ngeri menuju Landau Badai serta desa-desa lain di sekitarnya.
Ironisnya, menurut masyarakat, persoalan jembatan rusak ini sudah sering diberitakan dan disampaikan kepada pihak terkait. Bahkan wilayah tersebut diketahui merupakan daerah pemilihan yang memiliki beberapa wakil rakyat. Namun sampai sekarang, kondisi jembatan masih dibiarkan rusak tanpa penanganan maksimal.
“Setiap hari kami was-was lewat sini. Kalau malam atau musim hujan lebih berbahaya lagi. Kami takut ada korban baru pemerintah benar-benar turun tangan,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Jembatan tersebut tidak hanya menjadi jalur aktivitas warga biasa, tetapi juga menjadi akses pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat. Jika kondisi terus dibiarkan, dikhawatirkan jembatan akan ambruk dan memutus akses transportasi warga sepenuhnya.
Kerusakan infrastruktur jembatan di Kapuas Hulu sendiri sebelumnya juga telah menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah pemberitaan menyebutkan pemerintah daerah telah meminta perhatian pemerintah pusat terkait banyaknya jembatan rusak di wilayah Kapuas Hulu yang menghambat aktivitas masyarakat.
Selain itu, beberapa kasus jembatan rusak di Kapuas Hulu juga sempat menyebabkan kendaraan terperosok hingga mengganggu lalu lintas masyarakat. � Hal tersebut menjadi peringatan bahwa kerusakan jembatan bukan persoalan sepele dan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan kapan saja.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, maupun wakil rakyat yang mewakili daerah tersebut segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata. Warga meminta agar jangan menunggu adanya korban jiwa baru kemudian dilakukan perbaikan.
“Ini akses penting masyarakat. Jangan tunggu roboh total atau memakan korban dulu baru diperhatikan,” ungkap warga lainnya.
Warga juga berharap adanya pembangunan jembatan permanen yang lebih layak dan kuat agar akses transportasi masyarakat dapat berjalan aman serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa-desa di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menggunakan jembatan tersebut dengan penuh kehati-hatian sambil menunggu perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah terkait.