Diduga Menyimpang dari Spesifikasi, Proyek Pengaspalan Jalan Desa Pakumbulan Jadi Sorotan

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Senin, 22 Desember 2025 | 19:33 WIB

Gertak.id-Proyek pengaspalan jalan di Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan kualitas pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi aspal di beberapa titik yang masih dalam proses pengerjaan tampak relatif tipis dan kurang padat. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat lapisan aspal mudah terkikis dan terkelupas, terlebih saat intensitas curah hujan tinggi.

Berdasarkan hasil pemantauan awak media pada Sabtu (20/12/2025), terdapat sedikitnya tiga titik proyek pengaspalan yang tengah dikerjakan di wilayah Desa Pakumbulan.

Titik pertama merupakan pekerjaan pemeliharaan Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Dukuh Kaligawe. Proyek ini bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp70.005.000.

Adapun volume pekerjaan pada titik pertama tersebut tercatat memiliki panjang sekitar 240 meter dan lebar 2,5 meter. Namun, ketebalan lapisan aspal tidak dicantumkan secara rinci pada papan informasi proyek.

Titik kedua adalah proyek rehabilitasi jalan aspal yang berada di Dukuh Kaligawe RT 01/RW 02 hingga RW 01. Proyek ini didanai melalui Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp175.000.000.

Volume pekerjaan pada titik kedua memiliki panjang sekitar 450 meter dengan lebar 2,5 meter. Kondisi lapangan menunjukkan hasil pengaspalan yang dinilai kurang maksimal dari segi pemadatan.

Sementara itu, titik ketiga berada di Dukuh Depok. Proyek rehabilitasi jalan aspal ini juga bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp175.000.000 dan volume pekerjaan sepanjang 585 meter dengan lebar 2,5 meter.

Selain kualitas pekerjaan yang dipertanyakan, di lokasi proyek juga ditemukan para pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para pekerja di lapangan.

Sejumlah pihak menduga, kondisi aspal yang terlihat tipis dan kurang padat tersebut disebabkan oleh rendahnya campuran aspal, kualitas agregat yang kurang optimal, atau proses penghamparan dan pemadatan yang tidak memenuhi standar teknis.

Untuk memperoleh klarifikasi, awak media mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Pakumbulan, Khumailin, pada Senin (22/12/2025). Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa tidak semua pekerjaan pengaspalan di wilayah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

Menurut Khumailin, satu titik jalan yang menuju area makam merupakan tanggung jawab pihak pengembang perumahan, bukan bagian dari proyek Pemerintah Desa Pakumbulan.

“Untuk yang tiga titik lainnya memang dari pemerintah desa. Satu bersumber dari Dana Desa, dan dua lainnya dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Khumailin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X