SMAN 2 Rangkasbitung Dapat Revitalisasi 2026, 9 Ruang Kelas Diperbaiki

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 30 September 2026 | 13:17 WIB
Keterangan Foto : SMAN 2 Rangkasbitung Dapat Revitalisasi 9 Ruang Kelas, Atap hingga Keramik Diperbaiki./Dok.Bpmppovbanten
Keterangan Foto : SMAN 2 Rangkasbitung Dapat Revitalisasi 9 Ruang Kelas, Atap hingga Keramik Diperbaiki./Dok.Bpmppovbanten

GERTAK.ID, LEBAK - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Lebak, Banten, mulai memberi perubahan pada sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan. Perbaikan menyasar ruang belajar dan bagian pendukung lainnya untuk menunjang kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah.

Salah satu penerima program tersebut adalah SMA Negeri 2 Rangkasbitung. Sebanyak sembilan ruang kelas di sekolah itu mendapat penanganan melalui revitalisasi, termasuk bagian bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Kondisi yang diperbaiki meliputi atap yang bocor, keramik rusak, serta pintu dan jendela yang membutuhkan perbaikan. Perubahan kondisi ruang kelas tersebut terlihat dari perbandingan sebelum dan sesudah pekerjaan revitalisasi.

Kepala SMA Negeri 2 Rangkasbitung, Wahyudi Widodo, mengatakan bantuan tersebut menjawab kebutuhan perbaikan sejumlah ruang kelas di sekolahnya. Ia menyebut kondisi sebelumnya membuat beberapa bagian ruang belajar perlu mendapat penanganan.

“Alhamdulillah, SMA Negeri 2 Rangkasbitung mendapatkan bantuan revitalisasi untuk sembilan ruang kelas. Sebelumnya, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan seperti atap bocor, jendela, pintu, dan keramik yang sudah rusak,” kata Wahyudi, Rabu (30/9/26)

Selain memperbaiki fasilitas belajar, Wahyudi melihat pekerjaan revitalisasi juga memberikan dampak bagi lingkungan sekitar sekolah. Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan turut melibatkan warga di sekitar lokasi.

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman. Lingkungan sekolah juga menjadi lebih rapi dan tertib, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi guru maupun siswa,” ujarnya.

Di sisi lain, manfaat program tersebut juga dirasakan tenaga pendidik. Guru SMA Negeri 2 Rangkasbitung, Dadang Saputra, menyebut kondisi sejumlah ruang kelas sebelum diperbaiki memang membutuhkan perhatian, terutama pada bagian atap dan lantai.

“Alhamdulillah, dengan adanya Program Revitalisasi ini, kami dari SMA Negeri 2 Rangkasbitung sangat terbantu. Sebelumnya ada ruang kelas yang atapnya bocor, keramiknya pecah, dan kondisinya memang membutuhkan perbaikan,” tutur Dadang.

Setelah pekerjaan dilakukan, perubahan fasilitas dirasakan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Dadang berharap kondisi sarana yang telah diperbaiki dapat dijaga sekaligus diikuti penanganan terhadap ruang lain yang masih membutuhkan perbaikan.

“Sekarang, ruang kelas yang sudah diperbaiki menjadi lebih rapi, bagus, dan tentunya lebih nyaman untuk siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, perubahan fasilitas tersebut juga mendapat respons dari siswa. M. Surya Ardiansyah, siswa SMA Negeri 2 Rangkasbitung, mengatakan perbaikan membuat ruang kelas yang sebelumnya memiliki sejumlah kerusakan kini lebih layak digunakan.

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami sangat bersyukur karena kelas yang sebelumnya kurang layak, seperti atap bocor dan keramik yang belah-belah, papan tulis bolong, sekarang sudah diperbaiki,” ucap Surya.

Ia berharap perbaikan fasilitas pendidikan tidak berhenti pada pelaksanaan pekerjaan saat ini. Menurutnya, keberlanjutan program dapat memberi manfaat bagi siswa di sekolah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X