Desak Komdigi Soal Legalitas, Perwira Polisi Manang Soebeti Turunkan ‘Pasukan Bayangan’ Tutup Aplikasi Matel

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 18 Desember 2025 | 08:19 WIB
Aksi penutupan aplikasi matel yang diungkap perwira polisi Manang Soebeti di media sosial.(Instagram.com/@manangsoebeti_official)
Aksi penutupan aplikasi matel yang diungkap perwira polisi Manang Soebeti di media sosial.(Instagram.com/@manangsoebeti_official)

Jakarta, Gertak.id - Aksi penutupan aplikasi mata elang (matel) yang dinilai meresahkan publik tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Sorotan tersebut mengarah pada perwira polisi Manang Soebeti, yang akrab disapa Pak Bray oleh warganet.

Melalui akun Instagram pribadinya, @manangsoebeti_official, Manang sebelumnya mengungkap telah menemukan sejumlah aplikasi matel yang diduga digunakan untuk melacak debitur kendaraan bermasalah. Temuan itu ia sampaikan pada Senin, 15 Desember 2025.

Menurut Manang, keberadaan aplikasi tersebut patut dipertanyakan, terutama terkait aspek legalitas dan keamanan data pribadi. Ia pun secara terbuka menyinggung Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) untuk meminta kejelasan pengawasan.

“Halo Komdigi, siapa yang berwenang mengontrol aplikasi seperti ini? Apakah legal atau ilegal? Sangat berbahaya karena data debitur kendaraan ada di sana semua,” tulis Manang dalam unggahannya.

Tak berhenti di situ, Manang kemudian mengungkap bahwa sejumlah aplikasi matel telah berhasil ditutup melalui upaya yang ia sebut melibatkan ‘pasukan bayangan’.

Dalam unggahan lanjutan pada Kamis, 18 Desember 2025, Manang mempublikasikan tangkapan layar percakapan terkait proses penutupan aplikasi matel bernama ‘Super R4’. Dalam percakapan tersebut terlihat permintaan agar pihak publisher melakukan take down aplikasi.

“Minta publisher take down,” tulis salah satu pesan. “Sudah diajukan, tapi di Play Store tidak langsung hilang,” lanjut pesan berikutnya.

Manang memastikan, aplikasi tersebut kini telah sepenuhnya tidak dapat diakses oleh pengguna platform digital.

“Aplikasi matel ‘Super R4’ sudah dikubur. Tolong naikkan gaji petugas parkirnya,” tegasnya, disertai nada sindiran.

Sebelumnya, pada Rabu, 17 Desember 2025, Manang juga mengungkap penutupan aplikasi lain bernama ‘Mitra Matel’. Dalam unggahan tersebut, terlihat bukti visual yang menunjukkan situs aplikasi itu sudah tidak lagi dapat diakses.

“Lanjutkan pasukan bayangan. Tumbangkan semua aplikasi matel ilegal yang masih ada,” tulis Manang.

Dalam unggahan yang sama, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada Komdigi. Pasalnya, sebelum aksi tersebut dilakukan, Manang sempat mengajak para pengikutnya di media sosial untuk ikut memantau aplikasi-aplikasi matel yang masih beredar di ruang digital.

“Maaf Komdigi, terpaksa pasukan bayangan yang bergerak,” tandasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Rekomendasi

Terkini

X