Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Diduga Akibat Perundungan, Pemkot dan KPAI Turun Tangan

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 17 November 2025 | 18:39 WIB
Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Diduga Akibat Perundungan, Pemkot dan KPAI Turun Tangan./Dok.Instagram Vocazine
Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Diduga Akibat Perundungan, Pemkot dan KPAI Turun Tangan./Dok.Instagram Vocazine

Jakarta, Gertak.id - Dugaan kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali memicu perhatian publik setelah seorang siswa berinisial MH (13) meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Keluarga menyebut MH sudah dalam kondisi koma sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal pada Minggu, 16 November 2025.

Kakak sepupu korban, Rizky Fauzi, menjelaskan kondisi tersebut kepada awak media di Tangerang Selatan pada hari yang sama.

“Adik sepupu saya meninggal dunia masih di ruang ICU dari semenjak pas masuk ke RS Fatmawati di Jumat-Minggu lalu,” ujar Rizky. 

Ia menambahkan, “Sebelumnya sempat dirawat di RS Colombus BSD. Kalau dari dokter sendiri pun belum bisa ungkap, karena adik sepupu masih koma.”

Rizky menyampaikan keluarga belum membuat laporan kepolisian karena masih fokus pada proses pemakaman. Namun, ia mengaku telah mendapat informasi bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan menjatuhkan sanksi kepada pihak sekolah.

“Yang saya dengar KPAI mau memberi sanksi ke sekolah. Kalau dari pihak keluarga belum melaporkan, karena kita lagi fokus ke sini,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut menindaklanjuti dugaan tindak kekerasan tersebut. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menghadiri pemakaman MH di Serpong sebagai bentuk dukungan kepada keluarga.

“Saya hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke pemakaman MH yang meninggal menyampaikan duka dan mendoakan kubur,” kata Pilar. 

 

Ia melanjutkan, “Alhamdulillah prosesi berjalan lancar didampingi kepala dinas dan anggota dewan.”

Pilar menegaskan Pemkot Tangsel mendukung penuh proses penyelidikan kepolisian terkait dugaan perundungan.

“Kami dari Pemkot Tangsel tentu mengucapkan turut berduka cita. Mudah mudahan almarhum diberi terang kubur dan segala ibadahnya diterima Allah,” ujarnya.

Menurut Pilar, Dinas Pendidikan Tangsel telah berkoordinasi dengan KPAI untuk memperkuat perlindungan anak dan mengevaluasi kasus ini secara serius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X