Selain Dugaan Mark Up di Proyek Whoosh, Anthony Budiawan Singgung soal Pemufakatan Jahat saat Pemilihan Kerja Sama dengan China

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:10 WIB
Pengamat Anthony Budiawan menyinggung soal pemufakatan jahat dalam proyek Whoosh.
Pengamat Anthony Budiawan menyinggung soal pemufakatan jahat dalam proyek Whoosh.

“Tadi 5,5 miliar dolar Amerika itu sudah sangat mahal yang menjadi 6,07 miliar dolar Amerika. Kalau kita komparasi denan proyek-proyek sejenis, paling mahal itu sekitar 4 miliar dolar Amerika,” sambungnya.

“Jadi, ada dugaan mark up di sini paling sedikit 2 miliar dolar Amerika,” tegasnya.

Anthony juga menambahkan bahwa ada dugaan lain, yakni tim yang dibentuk dalam proyek Whoosh memanipulasi evaluasi pemilihan pengadaan barang.

“Ada beberapa komponen biaya yang memang sengaja dipisahkan atau tidak dimasukkan ke dalam proyek evaluasi, kayak tadi suku bunga, bunga pinjamannya,” paparnya.

Jangka Waktu Utang Jadi Tanggung Jawab Beberapa Periode Pemerintahan

Bambang Widjojanto juga menyoroti beban utang yang diberikan kepada Indonesia, tak hanya uang tetapi juga periode waktu pelunasan.

“Sebenarnya seluruh proses ini membebani keuangan negara, bukan hanya jumlah tapi periode yang melampaui beberapa kepala pemerintahan Indonesia ke depan,” kata Bambang.

“Jadi ini dosanya tuh kok akumulasi panjang banget,” imbuhnya.

Sementara itu, proyek Whoosh ini membuat negara terlilit utang hingga Rp116 triliun, dengan pembayarannya tengah bernegosiasi untuk restrukturisasi dari 40 tahun menjadi 60 tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X