daerah

Tradisi Nuba di Desa Perjuk Tetap Hidup di Tengah Kemarau, Warisan Leluhur yang Menyatukan Warga

Selasa, 8 September 2026 | 09:01 WIB

Menjaga tradisi, menghormati alam

Pelestarian Nuba juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana menjadi bagian penting agar sungai dan ekosistem di sekitarnya tetap terjaga.

Kearifan lokal yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan alam menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan adat, tetapi juga menyimpan pengetahuan dan nilai tentang kehidupan.

Karena itu, melestarikan Nuba bukan sekadar mempertahankan sebuah tradisi, melainkan juga menjaga nilai, aturan, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap alam yang menyertainya.

Warisan untuk generasi mendatang

Di tengah derasnya perubahan zaman, tradisi Nuba di Desa Perjuk menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari kebiasaan, kebersamaan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Generasi muda memiliki peran penting dalam mengenal, mendokumentasikan, dan meneruskan tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Dengan demikian, Nuba tidak hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa kini dan menjadi warisan budaya bagi masa depan.

Pada akhirnya, Nuba bukan sekadar tentang sungai dan hasil perairan. Nuba adalah tentang manusia yang berkumpul, tentang leluhur yang terus dikenang, serta tentang alam yang harus dihormati.

Selama masyarakat Desa Perjuk tetap menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, warisan leluhur tersebut akan terus hidup—mengalir bersama sungai dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jurnalis: Effendy

Halaman:

Terkini