"Mungkin jika orientasinya keuntungan pribadi, tanah ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di daerah sini. Namun bagi saya, yang terpenting adalah tanah tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Saya berharap, ketika masa jabatan saya berakhir nanti, masyarakat masih dapat merasakan manfaat dari fasilitas ini dan menjadikannya sebagai salah satu bukti pengabdian saya kepada Desa Neglasari," pungkasnya.
Menurut H. Tating, keberadaan lapangan sepak bola nantinya tidak hanya menjadi sarana olahraga bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi wadah aktivitas positif bagi generasi muda serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Dengan penjelasan dari Pemerintah Desa Neglasari dan Kepala Desa H. Tating, informasi yang sebelumnya berkembang mengenai penggunaan dana pribadi dalam pembangunan lapangan sepak bola kini menjadi lebih jelas. Saat ini, kegiatan yang berjalan masih berupa pembukaan lahan yang dibiayai melalui Dana Desa, sedangkan lokasi pembangunan berasal dari tanah hibah milik kepala desa.
Hibah lahan hampir satu hektare tersebut menjadi kontribusi nyata bagi penyediaan fasilitas umum di Desa Neglasari. Ke depan, masyarakat berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga lapangan sepak bola yang representatif dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.