Para pengurus juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu mengakomodasi suara APKASINDO se-Aceh, membangkitkan semangat kerakyatan petani sawit, serta membangun konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput.
“Jika DPP tetap diam, kepercayaan petani terhadap APKASINDO Aceh akan runtuh sepenuhnya. Organisasi ini berpotensi kehilangan legitimasi,” tegas pernyataan tersebut.
Mosi tidak percaya ini menjadi sinyal darurat bagi DPP APKASINDO. Masa depan APKASINDO Aceh kini dipertaruhkan: tetap menjadi wadah perjuangan petani sawit rakyat, atau berubah menjadi sekadar papan nama tanpa peran nyata.