Puncak dari surat terbuka tersebut adalah permohonan untuk melanjutkan ke jenjang Doktor.
Ja'far memohon agar Jenderal Listyo Sigit berkenan kembali membuka jalan untuk S3, dengan visi yang lebih besar: meneliti pangan lokal, hutan bakau, dan potensi laut sebagai sumber gizi dan obat murah untuk rakyat kecil.
Baca Juga: Ombudsman Ungkap Dugaan Pungli di Lapas, Bayaran HP Capai Rp250 Juta
> "Saya tidak meminta jabatan. Saya tidak meminta kemewahan. Saya hanya meminta kesempatan untuk menjadi ilmuwan yang tidak melupakan rakyat kecil," tegasnya dalam surat.
> "Jika pintu itu terbuka, dampaknya tidak akan berhenti pada saya. Satu kesempatan itu akan melahirkan pengabdian seumur hidup," lanjutnya.
Ia berjanji jika diberi kesempatan S3, setiap hasil penelitiannya akan kembali untuk rakyat, membimbing mahasiswa lain yang kurang mampu, dan membangun pusat pelayanan kesehatan gratis di daerah yang belum tersentuh.
*Penutup Penuh Doa*
Surat tersebut ditutup dengan doa dan rasa terima kasih mendalam. Ja'far menyatakan apa pun keputusan Jenderal Listyo Sigit, ia akan tetap mengabdi.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kantor Staf Kepresidenan dan kepada Muhammad Ja'far Hasibuan selaku penulis surat terbuka tersebut.
Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi sepenuhnya sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.