Penilaian Karnaval Desa Gumawang Dipersoalkan, Sejumlah Peserta Soroti Kesiapan Panitia dan Kriteria Juri

Photo Author
Suhendar, Gertakberita.com
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:30 WIB

PEKALONGAN – Pelaksanaan karnaval di Desa Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan dari sejumlah peserta dan warga. Persoalan utama yang dipertanyakan berkaitan dengan kesiapan panitia serta proses penilaian dewan juri yang dinilai sebagian peserta belum sepenuhnya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sejumlah peserta dari tingkat RT mengaku kecewa dengan hasil penentuan juara dalam kegiatan tersebut. Kekecewaan terutama muncul karena karya seni dan kreativitas yang telah dipersiapkan dengan biaya, tenaga, serta waktu yang tidak sedikit dinilai belum mendapatkan penilaian sebagaimana yang mereka harapkan.

Dalam ketentuan tema dan kriteria penilaian yang disampaikan sebelum pelaksanaan karnaval, disebutkan sejumlah unsur yang menjadi perhatian, di antaranya kekompakan, keseragaman, kebersamaan, unsur sejarah, serta penampilan ogoh-ogoh. Namun, beberapa peserta mempertanyakan sejauh mana seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari penilaian akhir dewan juri.

Salah satu unsur yang paling banyak disorot adalah keberadaan ogoh-ogoh. Sejumlah RT mengaku telah mempersiapkan karya seni tersebut secara khusus sebagai bagian dari penampilan dan sesuai dengan tema yang diangkat dalam karnaval.

Menurut peserta, pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan biaya yang cukup besar serta pengorbanan tenaga dari warga. Karena itu, muncul kekecewaan ketika mereka menilai karya ogoh-ogoh yang ditampilkan tidak terlihat memberikan pengaruh signifikan dalam hasil akhir penilaian.

"Kalau dari awal memang ada kriteria sejarah dan ogoh-ogoh, tentu kami mempersiapkannya karena itu. Warga sudah mengeluarkan tenaga, waktu dan biaya. Tetapi setelah melihat hasilnya, kami merasa karya yang dibuat seperti tidak dinilai," ujar salah seorang peserta yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Redaksi juga telah melakukan konfirmasi kepada salah seorang juri terkait munculnya pertanyaan mengenai hasil penilaian. Dalam keterangannya, juri tersebut mengaku mendapat penunjukan untuk menjadi juri dalam waktu yang relatif mendadak, yakni ketika pelaksanaan kegiatan tinggal kurang dari dua hari.

"Saya juga bingung. Saya dipanggil menjadi juri mendadak, sementara pelaksanaan tinggal kurang dua hari," ujar salah seorang juri kepada redaksi.

Juri tersebut juga menyampaikan adanya persoalan terkait kesiapan teknis pelaksanaan penjurian. Menurut pengakuannya, fasilitas maupun tempat yang disediakan untuk menjalankan tugas penilaian dinilai belum memadai. Terkait mekanisme dan persiapan penilaian, ia mengarahkan agar persoalan tersebut ditanyakan kepada pihak panitia pelaksana.

Keterangan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kesiapan panitia dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya menyangkut penetapan juri, penyampaian kriteria penilaian, mekanisme pemberian nilai, hingga fasilitas bagi dewan juri selama pelaksanaan karnaval.

Sejumlah pihak di lingkungan peserta juga menyesalkan hasil akhir penilaian yang diumumkan. Mereka berpendapat terdapat perbedaan antara penampilan di lapangan dengan hasil juara satu, dua, dan tiga yang telah ditetapkan. Namun demikian, penilaian tersebut masih merupakan pandangan dan keberatan dari sejumlah peserta yang merasa hasilnya belum sesuai dengan harapan mereka.

Keresahan serupa disampaikan sejumlah warga yang menyaksikan langsung jalannya karnaval. Beberapa warga menilai terdapat hasil penentuan juara yang menurut pandangan mereka tidak sejalan dengan penampilan sejumlah peserta di lapangan.

"Moso seng apik malah kalah," ujar salah seorang warga yang turut menyaksikan kegiatan tersebut.

Ungkapan kekecewaan juga datang dari salah satu peserta dari sebuah RT yang mengikuti karnaval. Menurutnya, seluruh peserta telah berupaya memberikan penampilan terbaik, sehingga proses penilaian seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun prasangka di tengah masyarakat.

"Kalau melihat hasil dan prosesnya, kami menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi. Dari semua persoalan ini tentu perlu ada penjelasan supaya tidak muncul dugaan-dugaan dan masyarakat mengetahui bagaimana sebenarnya mekanisme penilaiannya," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Rekomendasi

Terkini

X