Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire
Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire

Pertemuan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua. Langkah itu dilakukan untuk menyampaikan kondisi nyata masyarakat yang masih berada dalam situasi pengungsian.

Pengungsi Kabupaten Puncak Keluhkan Akses Kesehatan dan Pendidikan

Di tengah penyaluran bantuan, masyarakat pengungsi Kabupaten Puncak juga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi selama berada di Nabire.

Dua persoalan utama yang disoroti yakni akses kesehatan dan pendidikan.

Masyarakat mengaku masih mengalami kesulitan ketika hendak memperoleh pelayanan kesehatan maupun menyekolahkan anak-anak mereka.

Persoalan administrasi kependudukan turut menjadi kendala. Sejumlah dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) masih tercatat dari Kabupaten Puncak.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi mereka.

Menurut masyarakat, pendampingan yang dibutuhkan bukan hanya berupa bantuan sesaat, tetapi perhatian secara berkelanjutan.

“Kami ini seperti anak yang kehilangan induknya. Kami tidak hanya membutuhkan bantuan hari ini saja. Kami berharap perhatian dan pendampingan terus diberikan.” Ucap salah satu warga.

Mereka berharap perhatian tersebut dapat diberikan, termasuk pada momentum Natal maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Selain kebutuhan pangan, masyarakat juga berharap adanya dukungan untuk memastikan akses kesehatan, pendidikan anak-anak, administrasi kependudukan serta kehidupan yang layak selama berada di pengungsian.

Masyarakat Berharap Gereja Terus Kawal Kondisi Pengungsi

Kehadiran Sinode GKI di Tanah Papua mendapat apresiasi dari masyarakat pengungsi Kabupaten Puncak.

Masyarakat berterima kasih karena pihak gereja tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga datang secara langsung untuk mendengarkan berbagai keluhan dan mendoakan mereka.

Namun, masyarakat berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada satu kali penyaluran bantuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X