Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire
Sinode GKI Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kabupaten Puncak di Nabire

 

 

NABIRE, Gertak.id — Kepedulian terhadap masyarakat pengungsi asal Kabupaten Puncak kembali ditunjukkan Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua.

Pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIT, Sinode GKI di Tanah Papua menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) dan kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat pengungsi Kabupaten Puncak yang saat ini berada di Nabire.

Penyaluran bantuan berlangsung di Jalan Sinak, Nabire.

Bantuan yang diberikan meliputi beras, Supermi, gula, kopi, sekop, kapak, parang, buku tulis, sabun mandi hingga pakaian layak pakai.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian gereja terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai keterbatasan selama berada di pengungsian.

Perwakilan Sinode GKI di Tanah Papua, Ddt. Yohanis Seranik, S.Th., MM, selaku Sekretaris Departemen Misi Penginjilan dan Pemuridan Sinode GKI di Tanah Papua, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para pengungsi.

Ia mengatakan, penderitaan, kelelahan, kesulitan hidup hingga rasa sakit hati yang dialami masyarakat pengungsi menjadi keprihatinan bersama.

“Apa yang bapak dan ibu alami sebagai dampak dari pengungsian—jerih payah, penderitaan, dan sakit hati—kami juga rasakan.”

Yohanis menegaskan, kedatangan pihak gereja bukan sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Puncak maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Karena itu, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan gereja. Meski demikian, pihaknya memastikan masyarakat pengungsi tetap menjadi bagian dari doa gereja.

“Kami datang dari gereja, bukan dari pemerintah Kabupaten Puncak maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Karena itu, kami tidak memiliki banyak hal untuk diberikan. Namun, kami akan terus mendoakan masyarakat pengungsi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi masyarakat pengungsi akan terus dibawa dalam doa, baik melalui ibadah Minggu maupun berbagai kegiatan ibadah lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X