Heboh! Tiga Sekolah dan Satu Kantor Desa Dibobol Maling dalam Dua Malam di Lebak, JPI Desak Polres Lebak usut Tuntas

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Jumat, 3 Juli 2026 | 15:13 WIB
Keterangan Foto: Potret Gerbang SDN 1 Sukanagara Kecamatan Muncang yang dibobol maling pada Jumat,(3/7/26)./Dok.Gertak.id
Keterangan Foto: Potret Gerbang SDN 1 Sukanagara Kecamatan Muncang yang dibobol maling pada Jumat,(3/7/26)./Dok.Gertak.id

GERTAK.ID, LEBAK - Rentetan aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan dan pemerintahan kembali terjadi di Kabupaten Lebak. Dalam kurun waktu dua malam berturut-turut, pelaku membobol tiga sekolah dasar negeri dan satu kantor desa di wilayah Kecamatan Muncang serta Kecamatan Leuwidamar, sehingga menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah dan mengganggu pelayanan publik maupun kegiatan belajar mengajar.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026, ketika pelaku membobol Kantor Desa Cikarang dan SD Negeri 1 Cikarang, Kecamatan Muncang, yang lokasinya saling berdekatan.

Di Kantor Desa Cikarang, pelaku membawa kabur satu unit laptop, satu set komputer, serta empat unit printer. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Sementara di SD Negeri 1 Cikarang, pelaku menggondol satu unit proyektor (infokus) dan satu unit laptop dengan total kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta.

Belum reda keresahan masyarakat, aksi serupa kembali terjadi pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026. Kali ini, pelaku menyasar SD Negeri 1 Sukanagara, Desa Sukanagara, Kecamatan Muncang. Sebanyak 15 unit komputer yang digunakan sebagai sarana pembelajaran siswa raib digondol pelaku. Hingga kini, nilai kerugian masih dalam proses pendataan.

Kepala SD Negeri 1 Sukanagara, Sutihat, mengungkapkan dugaan jalur masuk yang digunakan pelaku.

"Kami menduga pelaku masuk melalui gerbang belakang sekolah, kemudian menuju ruang kepala sekolah yang saat itu digunakan untuk menyimpan perangkat komputer. Dari lokasi tersebut, pelaku membawa kabur 15 unit komputer," ujar Sutihat.

Pada malam yang sama, dikabarkan aksi pencurian juga terjadi di SD Negeri 1 Cisimeut, Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026.

Dari hasil pendataan sementara pihak sekolah, pelaku membawa kabur satu unit printer Epson, dua unit proyektor Epson, serta satu unit salon (speaker aktif). Hingga saat ini, pihak sekolah masih melakukan pendataan sehingga nilai kerugian belum dapat dipastikan.

Rentetan pencurian tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar, hilangnya berbagai perangkat pendidikan dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah serta pelayanan administrasi kepada masyarakat di kantor desa.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Jaringan Pewarta Indonesia (JPI), Muktar, mendesak jajaran kepolisian agar segera mengungkap dan menangkap pelaku.

"Kami mendukung Polsek Muncang bersama Polres Lebak agar bergerak cepat mengungkap dan menangkap pelaku. Jangan sampai aksi pencurian yang menyasar sekolah dan kantor desa terus berulang sehingga menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat," tegas Muktar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang mencurigakan.

Senada dengan itu, Pembina Jaringan Pewarta Indonesia (JPI), Agus Kusni, berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X