Meriah dan Penuh Filosofi Wayang Kulit Trajumas Bawa Pesan Kepemimpinan dan Persatuan Warga

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Rabu, 29 April 2026 | 12:32 WIB

Pekalongan – Suasana meriah dan sarat makna budaya menyelimuti Lapangan Sriwindu, Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dalam gelaran sedekah bumi atau ruwat bumi, Rabu (29/4/2026). Puncak acara diisi dengan pagelaran wayang kulit yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang kepemimpinan dan persatuan masyarakat.

Kegiatan ini digagas oleh panitia yang dipimpin Hendro Suwoyo bersama rekan-rekan, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Trajumas serta partisipasi aktif masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran perangkat desa, Forkompincam Kecamatan Kandangserang, serta warga yang memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

Kepala Desa Trajumas, Kosim, menyampaikan bahwa ruwat bumi merupakan tradisi turun-temurun yang sarat nilai spiritual dan sosial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil bumi, sekaligus doa bersama agar ke depan masyarakat terus diberikan keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta hasil panen tetap melimpah.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan kita kepada alam, serta upaya menjaga budaya leluhur agar tetap lestari. Selain itu, melalui kegiatan ini kita mempererat persatuan dan gotong royong antarwarga,” ujar Kosim.

Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Joko Setyo Pranolo dengan lakon Wahyu Cakraningrat menjadi daya tarik utama. Kisah tersebut mengangkat perebutan wahyu kepemimpinan oleh tiga ksatria, yakni Raden Lesmono Mandrakumara, Raden Samba Putro, dan Raden Abimanyu. Dalam alur cerita, wahyu akhirnya jatuh kepada Abimanyu yang dinilai memiliki keteguhan hati dan budi pekerti luhur.

Cerita ini dinilai relevan dengan kondisi Desa Trajumas yang akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada Oktober 2026 mendatang. Nilai-nilai kepemimpinan yang jujur, bijaksana, dan berintegritas menjadi pesan moral yang tersirat dalam pagelaran tersebut.

Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar tanpa kendala. Warga terlihat sangat antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga larut malam, menikmati setiap adegan dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Melalui ruwat bumi ini, masyarakat berharap dapat terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat Trajumas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X