Viral Insiden Donat Boat di Pantai Ammani Pinrang, Wisatawan Terhempas saat Manuver Dekat Bibir Pantai

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Jumat, 3 April 2026 | 23:02 WIB
Insiden Wahana Donat Boat di Pantai Ammani Pinrang Viral, Korban Mengaku Alami Nyeri dan Memar./Dok.TikTok/@esztycomell)
Insiden Wahana Donat Boat di Pantai Ammani Pinrang Viral, Korban Mengaku Alami Nyeri dan Memar./Dok.TikTok/@esztycomell)

GERTAK.ID, Pinrang - Insiden wahana air donat boat di Pantai Ammani, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial setelah sejumlah wisatawan terhempas saat permainan berlangsung.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @esztycomell pada Kamis, 2 April 2026. Dalam rekaman berdurasi 1 menit 8 detik itu, terlihat donat boat yang ditarik kapal tiba-tiba terbalik di udara ketika bermanuver.

Insiden terjadi saat kapal penarik melakukan manuver di area yang relatif dekat dengan bibir pantai. Alih-alih mengikuti arah kapal, donat boat justru melayang dan terhempas ke arah pantai, sehingga para penumpang terpental dan jatuh di pasir. Beberapa wisatawan lain di sekitar lokasi juga terdampak akibat kejadian tersebut.

Usai insiden, para korban langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat. Pengunggah video mengungkapkan dirinya mengalami benturan pada bagian perut dan kepala.

“Langsung ngerasa mual dan pusing karena perut dan kepala kena benturan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kondisi yang dirasakan sehari setelah kejadian.
“Besoknya setelah bangun tidur, kayak orang stroke nggak bisa banyak bergerak. Leher tegang kayak kolesterol naik, badan baru terasa sakit dan memar,” lanjutnya.

Dalam unggahan lain, ia menyebut pihak pengelola mengarahkan korban untuk mendapatkan perawatan tanpa dipungut biaya.
“Kemarin sempet aku denger, ‘Kami tanggung jawab’ karena posisinya suami udah marah. Kita diarahin ke Puskesmas terdekat, jadi dikasih obat nyeri dan ada 3 orang diinfus,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada biaya yang dikeluarkan saat penanganan awal.
“Kayaknya kita nggak bayar di situ, entah itu pengelola atau emang gratis, nggak tahu. Selanjutnya kalau buat urut, uang pribadi karena badan sakit dan posisinya udah pulang,” sambungnya.

Terkait ganti rugi, ia mengaku tidak mengajukan tuntutan. Namun, pengelola disebut telah mengembalikan biaya untuk wahana dua donat boat yang digunakan.

Selain rasa nyeri, korban juga mengalami sejumlah memar akibat benturan saat terhempas ke pasir.
“Aku juga ada memar di betis dan di tumit, terus di paha, dan dada karena kan aku jatuh dada duluan. Leher dan lengan aku juga sakit, tapi ini udah mendingan,” ungkapnya.

Dalam insiden tersebut, beberapa anggota keluarganya, termasuk anak, tante, dan saudara ipar, turut menjadi korban dan mengalami luka memar. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait kronologi lengkap maupun evaluasi keselamatan wahana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X