Bukan Larangan, Hanya Salah Komunikasi: Kades Windurojo Luruskan Isu Mobil Siaga Tak Boleh Dipinjam Warga

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Senin, 30 Maret 2026 | 17:45 WIB

KESESI, PEKALONGAN – Beredarnya isu di masyarakat Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang menyebutkan bahwa mobil siaga desa tidak boleh dipinjam oleh warga, akhirnya diluruskan oleh Kepala Desa setempat. Rahmat, Kepala Desa Windurojo, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hasil dari kesalahpahaman komunikasi antara warga dengan perangkat desa.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Rahmat di Balai Desa Windurojo pada Senin (30/3/2026). Menurutnya, isu miring tersebut mencuat setelah sebuah kejadian pada Kamis siang, 26 Maret 2026, yang sempat viral di tengah masyarakat.

“Isu yang berkembang bahwa mobil siaga tidak boleh dipinjam itu tidak benar. Mobil ini setiap hari ada di balai desa, saya sendiri tidak pernah membawanya pulang. Silakan saja digunakan untuk kepentingan warga,” tegas Rahmat saat memberikan keterangan pers.

Kronologi kejadian yang memicu isu tersebut bermula ketika seorang warga berinisial U hendak meminjam mobil siaga untuk mengantar anaknya yang sakit. Namun, alih-alih datang ke balai desa atau menghubungi petugas yang memegang kunci, warga tersebut justru menyampaikan maksudnya kepada salah satu perangkat desa yang kebetulan ditemui di jalan.

“Warga yang mau minjam itu ketemu saya di jalan, bukan di balai desa. Dia bilang mau pinjam mobil buat nganter keluarganya yang sakit. Ya saya silakan saja, tidak masalah. Tapi saat itu saya belum pulang ke balai desa, jadi saya belum tahu apakah mobilnya sudah dibawa atau belum,” ujar perangkat desa yang ditemui di lokasi kejadian, menirukan penjelasan dari kronologi yang ada.

Perangkat desa tersebut kemudian bergegas menuju lokasi untuk membantu, namun di tengah jalan ia bertemu dengan keluarga yang sakit dan diberi tahu bahwa keluarganya tersebut sudah lebih dulu dibawa ke fasilitas kesehatan menggunakan mobil lain. Mobil siaga yang sempat akan diambil pun akhirnya dikembalikan dan diparkir di depan balai desa tanpa sempat digunakan.

Sementara itu, dari pihak pemerintah desa, ada rencana penggunaan mobil siaga pada hari yang sama untuk keperluan menemui dalang dalam rangka acara untuk legegenan (RUAT BUMI) kemasyarakatan. Namun, karena mobil tidak jadi digunakan, rencana tersebut pun ditunda.

“Tidak ada niat melarang warga. Ini hanya masalah komunikasi saja. Mobil siaga memang peruntukannya untuk warga yang membutuhkan, terutama untuk antar jemput orang sakit. Tapi tolong, kalau mau meminjam, sampaikan dengan baik ke balai desa atau ke petugas yang memegang kunci. Jangan hanya ngomong di jalan, karena kami di balai desa jadi tidak tahu,” pesan Rahmat.

Kepala Desa Windurojo juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah desa memastikan mobil siaga tetap tersedia dan siap digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan selama digunakan untuk kepentingan mendesak dan sesuai dengan fungsinya.

“Saya tegaskan lagi, mobil siaga ini untuk warga. Silakan dipinjam kalau ada keperluan. Yang penting komunikasinya baik, dan jelas siapa yang meminjam. Kami tidak pernah melarang,” pungkas Rahmat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X