GMKI Tobelo Gelar Dialog Publik Soroti Kekerasan Terhadap Perempuan di Halmahera Utara

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 13 Maret 2026 | 17:10 WIB

Gertak.id | Tobelo — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo menggelar dialog publik bertajuk “Menyoal Kekerasan Terhadap Perempuan di Halmahera Utara” yang berlangsung di Auditorium Universitas Halmahera, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk membahas kondisi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai masih cukup tinggi di Kabupaten Halmahera Utara. Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang yang relevan dengan isu yang diangkat.

Adapun narasumber yang hadir antara lain Adv. Berthy selaku pengacara dari UPTD DP3D Halmahera Utara, Dr. Lilian Gressthy F. Apituley, S.Pi., M.Hum yang merupakan akademisi sekaligus Ketua Satgas PPKS Universitas Halmahera, Dewi Anakoda sebagai aktivis perempuan dan lingkungan, serta Mardita Mangaro yang menjabat sebagai Kanit PPA Polres Halmahera Utara.

Ketua GMKI Tobelo, Fredik Salawangi, dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pengawalan organisasi terhadap berbagai persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut.

“Dialog ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, tetapi bentuk pengawalan GMKI terhadap sejumlah persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang begitu marak terjadi di Kabupaten Halmahera Utara. Kami berharap seluruh data dari para narasumber dapat dibuka sehingga menjadi bahan pembanding untuk kepentingan pelayanan GMKI,” ujarnya.

GMKI Cabang Tobelo juga berharap para peserta dapat aktif mengamati dan memberikan tanggapan selama pemaparan materi berlangsung, sehingga poin-poin diskusi yang muncul dalam forum dapat menjadi informasi berbasis data yang nantinya dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah XV GMKI, Jufri Bayar, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengurus Cabang GMKI Tobelo atas terselenggaranya dialog tersebut, terlebih karena waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.

Menurutnya, dialog ini merupakan ruang dialektika berbasis data yang diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret bagi GMKI Cabang Tobelo dalam mengadvokasi berbagai persoalan sosial, khususnya terkait tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Halmahera Utara.

Jufri juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama di Universitas Kristen Indonesia Jakarta sedang dilaksanakan peluncuran Pusat Bantuan Hukum (PBH) GMKI. Ia memaknai kehadiran PBH tersebut sebagai ruang pelayanan GMKI secara berkelanjutan dalam memperjuangkan berbagai bentuk ketidakadilan hingga ke ranah litigasi.

“Peran PBH sangat penting dalam memperjuangkan keadilan, termasuk dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X