Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Capai 50 Persen, Kodim 0603 Targetkan 345 Titik Tuntas 2026

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:30 WIB
Komandan Kodim 0603/ Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata memberikan keterangan kepada awak media mengenai progres pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Lebak./ Dok Foto: RRI
Komandan Kodim 0603/ Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata memberikan keterangan kepada awak media mengenai progres pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Lebak./ Dok Foto: RRI

Lebak, Gertak.id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, Banten, menunjukkan progres signifikan. Dari target 345 titik pada 2026, sebanyak 195 gerai telah dibangun dan enam di antaranya telah rampung 100 persen.

Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, menyampaikan capaian tersebut telah melampaui 50 persen dari target keseluruhan.

“Target kita di Kabupaten Lebak sebanyak 345 titik. Sampai hari ini, lahan yang sudah kami daftarkan sekitar 263 titik yang masuk portal, dan yang sudah dibangun sejumlah 195 titik. Artinya progresnya sudah di atas 50 persen,” kata Gede di Rangkasbitung, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan percepatan pembangunan terus dilakukan agar target dapat terealisasi sesuai rencana. Koordinasi dengan pemerintah desa diperkuat guna memastikan kesiapan lahan dan administrasi.

Hingga akhir Februari, pihaknya menargetkan tambahan sekitar 20 titik dapat selesai 100 persen.

“Sekarang masih dalam progres pembangunan 195 titik. Dari jumlah tersebut, enam titik sudah selesai 100 persen dan telah dilakukan groundbreaking,” ujarnya.

Gede menyebutkan enam titik yang telah rampung berada di Rangkasbitung, Sajira Mekar, Maja Baru, dan Leuwidamar. Pembangunan di sejumlah wilayah tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain.

Menurutnya, kehadiran KDMP diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa serta memperluas akses layanan koperasi bagi masyarakat. Program ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro di tingkat desa.

Ia menegaskan percepatan pembangunan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dinilai menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program.

Terkait kendala, Gede menyebut tantangan utama bukan pada pembangunan fisik, melainkan pada aspek pencatatan dan ketersediaan lahan di sejumlah desa.

“Ada desa yang belum memiliki lahan, ada juga yang lahannya tersedia tetapi masih perlu proses birokrasi perizinan. Kami membantu menjemput bola untuk menengahi dan membantu desa menyelesaikan perizinannya,” katanya.

Ia memastikan setiap pembangunan KDMP dilaksanakan setelah melalui musyawarah desa (musdes) dan seluruh perizinan dinyatakan lengkap. Proses tersebut menjadi syarat utama sebelum pembangunan dimulai.

“Ketika sudah dimusdeskan dan perizinannya lengkap serta diputuskan untuk dibangun, maka akan kami laksanakan pembangunannya,” ucap Gede.

Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, pihaknya optimistis seluruh target 345 titik KDMP di Kabupaten Lebak dapat tercapai sesuai rencana pada 2026. Program ini diharapkan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X