Antrian Panjang Pembeli LPG 3 Kg di Jalan Lintas Sintang–Putussibau, Warga Kesulitan Dapatkan Gas Subsidi

Photo Author
Effendy Gertak, Gertakberita.com
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 16:12 WIB

Sintang, Kalimantan Barat — Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali dirasakan warga Kabupaten Sintang. Pantauan di lapangan pada Selasa, 4 Februari 2026, terlihat antrian panjang masyarakat yang mengular di Jalan Lintas Sintang–Putussibau, tepatnya di wilayah Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Dalam foto yang diambil sekitar pukul 10.53 WIB, puluhan warga tampak berjejer rapi sambil membawa tabung gas LPG 3 kg. Bahkan, sebagian warga mengaku sudah datang sejak pagi hari demi memastikan mendapatkan gas bersubsidi yang kini semakin sulit diperoleh. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi meski harus rela berdesakan dan menunggu lama di bawah cuaca yang tidak menentu.

Menurut keterangan warga setempat, kelangkaan LPG 3 kg ini sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Pasokan yang datang ke pangkalan dinilai tidak sebanding dengan tingginya kebutuhan masyarakat, terutama warga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk keperluan memasak sehari-hari.

“Kalau tidak datang pagi-pagi, biasanya sudah habis. Padahal kami sangat butuh untuk masak di rumah,” ujar salah seorang warga yang ikut mengantri sambil menggenggam tabung gas kosong.

Kondisi ini membuat warga terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan tidak sedikit yang pulang dengan tangan hampa karena stok keburu habis. Selain kelangkaan, warga juga mengeluhkan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer yang dinilai melonjak.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa harga satu tabung LPG 3 kg di pengecer bisa mencapai sekitar Rp20.000, bahkan lebih, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini dinilai semakin memberatkan masyarakat kecil.

Antrian panjang ini menjadi indikator nyata sulitnya akses LPG 3 kg di Sintang, khususnya di jalur lintas yang menjadi urat nadi aktivitas warga. Antrian tidak hanya diisi ibu rumah tangga, tetapi juga lansia dan pedagang kecil yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan gas bersubsidi.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, mulai dari penambahan kuota distribusi, pengawasan ketat terhadap penyaluran LPG subsidi, hingga penindakan tegas terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan distribusi gas 3 kg.

Kelangkaan LPG 3 kg ini bukan semata soal antrian panjang, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat kecil. Jika tidak segera ditangani, kondisi serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin menyulitkan warga Sintang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.Antrian Panjang Pembeli LPG 3 Kg di Jalan Lintas Sintang–Putussibau, Warga Kesulitan Dapatkan Gas Subsidi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yulit MW

Rekomendasi

Terkini

X