Tabrakan Beruntun Truk Tangki CPO Sebabkan Kemacetan Panjang di Jalur Batu Ampar–Tayan Hilir Awal 2026

Photo Author
Effendy Gertak, Gertakberita.com
- Rabu, 14 Januari 2026 | 18:42 WIB
Jalan Batu Ampar–Tayan Hilir Lumpuh Akibat Tabrakan Truk Tangki CPO./Dok.Effendy Gertak
Jalan Batu Ampar–Tayan Hilir Lumpuh Akibat Tabrakan Truk Tangki CPO./Dok.Effendy Gertak

Sanggau, Gertak.id - Awal tahun 2026 diwarnai kemacetan lalu lintas panjang di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalan Simpang Batu Ampar hingga Kecamatan Tayan Hilir, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh sementara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kemacetan tersebut dipicu kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan beruntun yang melibatkan sejumlah truk tangki bermuatan Crude Palm Oil (CPO). Insiden itu mengakibatkan muatan CPO tumpah ke badan jalan, sehingga permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular panjang dari dua arah, baik menuju Kota Pontianak maupun dari arah sebaliknya. Kondisi semakin parah karena kendaraan besar kesulitan melintas di jalur yang sempit dan licin, sehingga arus lalu lintas tersendat dalam waktu cukup lama.

Tumpahan CPO yang meluber ke badan jalan menjadi faktor utama yang memperburuk situasi. Cairan tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, terutama pengendara roda dua yang terlihat memilih berhenti dan menunggu kondisi lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Situasi ini memicu keluhan dari para pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan logistik dan transportasi umum yang mengalami keterlambatan perjalanan. Aktivitas warga dengan kepentingan mendesak pun turut terdampak akibat terhentinya arus lalu lintas.

Pihak berwenang mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintas di jalur Simpang Batu Ampar menuju Tayan Hilir agar tetap waspada, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan.

Masyarakat berharap instansi terkait, mulai dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga pihak perusahaan pemilik truk tangki CPO, dapat segera melakukan penanganan cepat. Langkah tersebut meliputi pembersihan tumpahan CPO, pengaturan arus lalu lintas, serta evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan agar kondisi jalan kembali normal.

Peristiwa kemacetan panjang di awal 2026 ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi kendaraan angkutan berat bermuatan cair berisiko tinggi, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. (Efdy)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X