Dugaan Korupsi Bansos PKH-BPNT Ulujami Terkuak, BNI Serahkan Data ke Penyidik Polres Pemalang

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 8 Januari 2026 | 21:23 WIB
BNI perwakilan Jawa Tengah (kanan) menyerahkan sejumlah dokumen dugaan penyelewengan bansos PKH BPNT di Ulujami ke penyidik Polres Pemalang./Dok.Rizqon Arifiyandi/Erapos Online
BNI perwakilan Jawa Tengah (kanan) menyerahkan sejumlah dokumen dugaan penyelewengan bansos PKH BPNT di Ulujami ke penyidik Polres Pemalang./Dok.Rizqon Arifiyandi/Erapos Online

Sebagai informasi, dugaan korupsi bansos PKH dan BPNT di Desa Pesantren dan Desa Mojo mencuat ke publik pada Oktober 2023. Ratusan warga meluapkan kekecewaan setelah mengetahui bantuan yang seharusnya diterima diduga digelapkan sejak 2018 hingga 2023 oleh oknum pendamping PKH dan oknum perangkat desa.

Fakta tersebut terungkap setelah warga selaku KPM mengaku tidak pernah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterbitkan Bank BNI. Kartu tersebut diketahui justru dikuasai oleh oknum pendamping PKH dan oknum perangkat desa.

Dalam audiensi terbuka di Balai Desa Pesantren pada Rabu (4/10/2023), Kepala Desa Pesantren saat itu, Nurohim, mengakui telah menerima uang dari pendamping PKH berinisial IND sebesar Rp150 juta dalam dua tahap.

"Ya memang saya terima uang itu dari mas IND, namun saya tidak tau menau asal usul uang tersebut, intinya saya gunakan uang tersebut untuk membeli mobil siaga desa dan menyumbang pembangunan masjid," ujar Kades Pesantren Nurohim saat itu.

Namun, sejak kasus tersebut mencuat, Nurohim mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa Pesantren pada Januari 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X